Berkunjung ke Makam KH Muhammad Syafi'i Hadzami, Peziarah: Ini Bukan Makam Keramat
Datang bersama rekannya, Subhan, mereka mengaku sebagai murid Syafi'i dan sudah berulang kali mengikuti pengajiannya.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Berkunjung ke makam atau ziarah sudah menjadi tradisi umat Muslim di Indonesia dalam menyambut bulan Ramadan.
Tradisi itu juga dilakoni Suwarno (56), yang berziarah ke makam salah satu ulama tersohor di Jakarta, KH Muhammad Syafi'i Hadzami di Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Datang bersama rekannya, Subhan, mereka mengaku sebagai murid Syafi'i dan sudah berulang kali mengikuti pengajiannya.
"Niatnya kemarin mau datang,tapi karena ada urusan makanya baru sempat hari ini," ujar Suwarno saat ditemui TribunJakarta.com, Minggu (5/5/2019).
Duduk di depan makam, keduanya terlihat begitu hikmat saat memanjatkan doa.
Ia mengatakan, kunjungannya ke makam Syafi'i hanya untuk mengirim doa, bukan meminta sesuatu.
"Tanda terima kasih saja sudah kasih saya banyak ilmu. Balas budi, seperti anak kepada orangtuanya. Kebetulan momennya pas mau puasa, jadi kayak silaturahmi," tuturnya.
Suwarno tak menampik banyak orang yang menganggap makam Syafi'i sebagai makam keramat karena nama besar yang dimiliki sang ulama.
"Ya ada saja yang bilang begitu, tergantung orangnya. Buat saya ini bukan makam keramat, biasa saja," kata dia.
"Kalau saya, saya tidak minta apa-apa di sini, cuma mau mendoakan beliau seumur hidup saya," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/suwarno-dan-subhan.jpg)