Breaking News:

Ramadan 2019

Warga Sekitar TPU Kebon Nanas Kecipratan Rezeki dari Peziarah

Imun (37), satu warga sekitar yang jadi tukang bersih-bersih makam dadakan mengatakan tak mematok harga atas jasanya kepada peziarah.

Penulis: Anisa Kurniasih | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Seorang penjual bunga di sekitar TPU Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (5/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Kunjungan ratusan peziarah ke TPU Kebon Nanas di Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara berbuah manis bagi warga yang bermukim di sekitar Jalan Kebon Nanas.

Bermodal peralatan kebersihan, di antaranya sapu lidi, pengki, dan gunting rumput mereka menawarkan jasa bersih-bersih makam ke peziarah yang datang guna mendoakan kerabatnya.

Imun (37), satu warga sekitar yang jadi tukang bersih-bersih makam dadakan mengatakan tak mematok harga atas jasanya kepada peziarah.

"Enggak minta saya mah, ada yang ngasih Rp 5 ribu, ada yang Rp 10 ribu. Malah Aada juga yang Rp 50 ribu, seiklasnya peziarah yang datang saja," kata Imun di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (5/5/2019).

Setiap Tahun Jadi Pedagang Bunga Musiman di TPU Kampung Mangga, Fauzi Pernah Dapat Untung Rp3 Juta

Guna menjaga kenyamanan seluruh pihak, warga juga tak pernah memaksa peziarah agar menggunakan jasa bersih-bersih makam yang ditawarkan.

Menurutnya, jumlah peziarah yang datang ke TPU Kebon Nanas sejak dua pekan lalu melonjak derastis bila dibanding hari biasa, pun hari Jumat.

"Mumpung banyak yang datang, jadi dibersihin. Kan jarang-jarang peziarahnya sebanyak ini, ya sekalian bantu peziarah. Ini sudah dapat Rp 300 ribu," ujarnya.

Selain bersih-bersih makam, warga sekitar TPU Kebon Nanas juga mencicipi manisnya rezeki Ramadan dengan cara menjajakan bunga kepada masyarakat yang datang nyekar.

Maimun (44), satu pedagang bunga di TPU Kebon Nanas mengaku omzet jualannya sejak menjelang Ramadan tiba naik hingga lebih dari 50 persen.

"Satu plastik bungan saya jual Rp 5 ribu. Hasilnya lumayanlah, sudah dapat Rp 800 ribu dari pagi dagang. Lebih dari setengah untungnya, biasanya mah sepi," tutur Maimun.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved