Mafia Bola

Jokdri Jalani Sidang Perdana, PSSI: Kita Hormati Proses Hukum

Direktur Relasi Media dan Promosi Digital PSSI Gatot Widakdo turut mendampingi mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono saat persidangan perdananya

Jokdri Jalani Sidang Perdana, PSSI: Kita Hormati Proses Hukum
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Direktur Relasi Media dan Promosi Digital PSSI, Gatot Widakdo, saat ditemui usai sidang perusakan barang bukti pengaturan skor atas terdakwa Joko Driyono di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Direktur Relasi Media dan Promosi Digital PSSI Gatot Widakdo turut mendampingi mantan Plt Ketua Umum PSSI  Joko Driyono saat persidangan perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Cilandak Timur, Senin (6/5/2019).

Namun, Gatot enggan berbicara tentang jalannya sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum.

"Kita menghormati proses hukum yang ada," kata Gatot saat ditemui usai sidang.

"Kita tidak mau mengomentari ranah pengadilan, biar nanti pengacaranya saja, kita hanya mengikuti proses," tambahnya.

Hadiri Sidang Perdana Joko Driyono, Eks Kapten Timnas Indonesia Beri Dukungan Moril

Jalani Sidang Perdana, Joko Driyono Tak Ajukan Keberatan Dakwaan Jaksa

Joko Driyono Bungkam dengan Tangan Diborgol Saat Tiba di PN Jakarta Selatan

Gantikan Joko Driyono, Iwan Budianto Ditetapkan Jadi Plt Ketua Umum PSSI

Gatot mengatakan, kehadirannya di pengadilan adalah bentuk dukungan sebagai teman.

Di sisi lain, ia menegaskan, kasus pidana yang tengah dijalani Jokdri, panggilan Joko Driyono, tidak akan mengganggu jalannya roda organisasi.

"Organisasi tetap berjalan. Kan kemarin dalam rapat Exco (Komite Eksekutif) juga sudah diputuskan bahwa organisasi untuk sementara dipimpin Pak Iwan (Budianto) sebagai Plt Ketua Umum," jelas dia.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Jokdri telah melakukan perusakan barang bukti terkait skandal pengaturan skor sepak bola Indonesia.

Dalam kasus ini, Jokdri disangka memerintahkan anak buahnya untuk merusak sejumlah dokumen yang berkaitan dengan investigasi yang dilakukan Satgas Antimafia Bola.

Ketiganya adalah sopir Jokdri, Muhammad Mardani alias Dani, pesuruh di PT Persija Musmuliadi alias Mus, dan pesuruh di PSSI Abdul Gofar. Mereka juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Atas perbuatannya terdakwa didakwa Pasal 363 ayat 1 ke-3 dan ke-4 KUHP, Pasal 235 jo pasal 231 Pasal 55 (1) ke-1 KUHP, Pasal 235 jo Pasal 233 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved