Pilpres 2019

Komentari Kicauan Andi Arief Soal Setan Gundul, Mahfud MD: Tidak Usah Membuat Kekisruhan

Mahfud MD, menanggapi cuitan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief soal setan gundul yang menyesatkan Prabowo Subianto.

Komentari Kicauan Andi Arief Soal Setan Gundul, Mahfud MD: Tidak Usah Membuat Kekisruhan
KOMPAS.com/Indra Akuntono
Mahfud MD 

TRIBUNJAKARTA.COM -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, menanggapi cuitan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief soal setan gundul yang menyesatkan Prabowo Subianto.

Menurut Mahfud MD, dirinya tak mengerti soal istilah setan gundul tersebut.

Bahkan ia meminta kepada semua pihak agar menahan diri untuk menunggu hasil penghitungan KPU pada tanggal 22 Mei.

Ia juga meminta kepada semua pihak agar menenangkan diri di bulan Ramadhan ini, dan tidak membuat rusuh.

Diberitakan sebelumnya, Andi Arief pada akun Twittter-nya membuat Tweet yang jadi perbincangan di media sosial dan sejumlah tokoh politik.

Tweet Andi Arief itu soal sosok setan gundul yang menyesatkan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

"Dalam koalisi adil makmur ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat.

Dalam perjalanannya muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya.

Setan Gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen," tulisnya.

Ia juga menyebut kalau Partai Demokrat akan memilih jalan sendiri jika Prabowo Subianto lebih memilih mensubordinasikan koalisi dengan kelompok setan gundul tersebut.

"Partai Demokrat hanya ingin melanjutkan koalisi dengan Gerindra, PAN, PKS, Berkarya dan Rakyat.

jika Pak Prabowo lebih memilih mensubordinasikan koalisi dengan kelompok setan gundul, Partai Demokrat akan memilih jalan sendiri yg tidak hianati rakyat," tulisnya lagi.

Cuitan Andi Arief
Cuitan Andi Arief (Youtube channel CNN Indonesia)

Cuitan Andi Arief soal setan gundul itu kemudian ditanggapi oleh Mahfud MD, saat dimintai keterangannya di acara Metro Pagi Primetime.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube metrotvnews dengan judul "Mahfud MD Soal 'Setan Gundul' dan Pembuat Formulir C1 Palsu", Mahfud MD mengaku tak mengerti dengan istilah setan gundul tersebut.

Ia menulis kalau biasanya hanya pihak yang dibisiki saja yang tahu mengenai sosok setan gundul tersebut.

"Istilah setan gundul itu saya tidak paham ya, kalau setan gundul itu kan tidak kelihatan, jadi yang tahu yang dibisiki saja biasanya," katanya pada tayangan tersebut.

Tak hanya itu, Mahfud MD juga meminta kepada semua pihak untuk bersabar dengan ketentuan KPU.

"Tapi, apapun nanti semua harus bersabar dan dibuktikan melalui mekanisme yang tersedia," ujarnya.

Ia juga menyebut kalau nantinya akan terbukti mana yang benar dan mana yang salah.

"Kalau kita memperdebatkan hal-hal yang begitu tidak ada gunanya, karena nanti siapapun yang tidak benar entah itu Andi Arief atau setan gundul itu nanti akan terbukti mana yang benar mana yang salah," katanya lagi.

Kemudian, Mahfud MD juga menyebut bahwa pada hasil KPU tanggal 22 Mei, bisa disandingkan hasil quick count versi KPU dan penghitungan paslon sendiri.

"Nanti diproses di KPU tanggal 22 itu, karena nanti di sana semua akan disandingkan, termasuk misalnya paslon yang merasa dicurangi, buat saja penghitungan sendiri lalu sandingkan di situ, lalu diintegrasikan maka akan ketahuan mana yang benar dan mana yang salah berdasar C1 palsu, mana yang tidak," jelasnya.

Ia pun meminta semua pihak untuk sabar menunggu, dan tidak membuat kekisruhan.

"Kita tidak usah debat kusir panas-panas, ditunggu saja, tidak usah saling tuding dulu, mumpung bulan puasa tidak usah membuat kekisruhan," tandasnya.

 

Ini videonya :

Tanggapan Sandiaga Uno

Calon Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno memberikan tanggapan terkait pernyataan Mantan Kader Partai Demokrat Andi Arief soal Setan Gundul.

Dikutip TribunWow.com dari tayangan iNews Malam, Senin (6/5/2019), Sandiaga meminta Andi Arief untuk menyebutkan langsung siapa 'setan gundul' yang ia maksud.

"Biarin aja. Kita tanya, siapa itu setan gundul? Saya nggak melihat apa hubungannya dengan setan gundul ya? Saya jadi ingin tahu siapa itu setan gundul?" kata Sandiaga.

"Karena setahu saya, saat itu saya kan lagi cegukan ya. Saya turun terus naik lagi ke atas, orangnya yang semua ikut mendampingi Pak Prabowo memberikan deklarasi ke depan."

"Jadi kalau ada yang memberikan masukan ke Pak Prabowo ya orang-orang itu yang ada di depan sana," papar dia.

Sementara itu, berdasarkan siaran di saluran YouTube metrotvnews, Senin, Wakil Ketua Bapilu Partai Demokrat Andi Nurpati menjelaskan

"Saya tidak tahu dan belum konfirmasi ke Andi Arief. Hanya mendengarkan dari cuitan Twitternya yang bersangkutan. Dan itu menurut saya pendapat pribadi Andi Arief," tegas Andi Nurpati.

"Jadi itu tidak bisa dikatakan sebagai pendapat DPP Partai Demokrat. Apalagi, cuitan di Twitter milik Pribadi, bukan di medsosnya DPP Partai Demokrat," tegas dia.

Andi Nurpati juga menegaskan bahwa sikap Demokrat sampai saat ini masih solid di Koalisi 02, Prabowo Subainto-Sandiaga Uno.

"Dan belum pernah ada arahan atau instruksi ke DPP Partai Demokrat yang menyatakan bahwa koalisi kita akan dinyatakan terpisah. Sampai detik ini belum ada pernyataan seperti itu," tegas Andi Nurpati.

"Bahwa kalau misalnya Andi Arief memberikan kritik pribadinya yang terbuka ke Twitter itu bukan sikap DPP Partai Demokrat," tanda sia.

Sebagaimana diberitakan, Andi Arief melalui akun Twitternya @AndiArief__ menyebut bahwa ada kelompok tertentu yang memberikan informasi sesat ke calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Ia lantas menyebut bahwa Partai Demokrat ingin menyelamatkan Prabowo dari kelompok yang menyebut angka kemenangan 62 persen.

Kelompok tersebut disebut Andi Arief sebagai 'setan gundul'.

Setan gundul, terang Andi Arief telah menyesatkan Prabowo dengan memberikan informasi perolehan suara tersebut.

"Partai Demokrat ingin menyelamatkan Pak Prabowo dari perangkap sesat yang memasok angka kemenangan 62 persen," ujar Andi Arief seperti dikutip dari akun Twitternya, Senin (6/5/2019).

"Dalam koalisi adil makmur ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Dalam perjalanannya muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan Gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen," kata dia.

"Gerakan rakyat itu hancur lebur karena setan gundul memberi info sesat 02 menang 62 persen. Tidak ada people power berbasis hoaks," tutur Andi Arief.

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved