Pilpres 2019

Beda Sandiaga dan Mahfud MD Tanggapi Eggi Sudjana, Keadilan hingga People Power Jadi Sorotan

Sandiaga Uno dan Mahfud MD menanggapi penetapan tersangka dugaan makar Eggi Sudjana. Di sisi lain Wiranto menyinggung soal penindakan hukum.

Beda Sandiaga dan Mahfud MD Tanggapi Eggi Sudjana, Keadilan hingga People Power Jadi Sorotan
(KOMPAS. Com/Fitri R)
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno ketika berkunjung ke Lombok Barat, NTB. Sandi disambut massa pendukung dan simpatisannya. 

Dikutip dari Tribunnews.com, Sandiaga Uno menilai bahwa penetapan tersangka Ustaz Bachtiar Nasir kurang adil.

Tak hanya itu, Sandiaga Uno juga meminta agar proses hukum tak digunakan untuk mencari kesalahan orang lain.

Menurut Sandiaga Uno, proses hukum saat Pilkada DKI tidak ditegakkan secara adil.

"Hukum itu harus ditegakkan seadil-adilnya, jangan digunakan untuk mencari kesalahan. Jangan tajam ke pengkritik, tapi tumpul ke penjilat. Bagaimana hukum digunakan untuk, di Pilkada DKI kemarin kalian bisa lihat, itu juga tidak ditegakkan seadil-adilnya," kata Sandi di Rumah Siap Kerja, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019).

Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno meninjau jalannya proses rekapitulasi suara Pemilu 2019 di Kantor Kecamatan Penjaringan, Selasa (23/4/2019) sore.
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno meninjau jalannya proses rekapitulasi suara Pemilu 2019 di Kantor Kecamatan Penjaringan, Selasa (23/4/2019) sore. (TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino)

Sandiaga Uno pun meminta kepada berbagai pihak untuk berprasangka baik.

"Mari kita sama-sama khusnuzon, berprasangka baik, jangan lah ulama kita kriminalisasi. Kita semua harus berkomitmen bahwa hukum itu tidak berpihak, tegak lurus dan ditegakkan seadil-adilnya," ucapnya.

Sementara itu, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD turut angkat suara soal penetepan Eggi Sudjana sebagai tersangka dugaan makar.

Menurut Mahfud MD, Polri tidak main-main dalam penetapan Eggi Sudjana sebagai tersangka perkara dugaan makar.

Hal itu disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Suami Bunuh Istri Lalu Sandera Anak Kandung di Lampung, Polisi Lakukan Penyelamatan Dramatis

Dianggap Inisiator Pemilu Serentak, Effendi Ghazali Siap Bertanggungjawab: Gak Boleh Pengecut!

Adik Kembar Masih Anggap Hanyutnya sang Kakak Hanya Mimpi

Diduga Depresi, Seorang Wanita Terperosok ke Sumur Sedalam 15 Meter di Depok

Dikutip dari Kompas.com, Mahfud MD pun yakin Polri memiliki bukti yang kuat saat penetapan tersebut. Bahkan, ia meyakini bukti yang dipegang Polri bukan hanya sebatas rekaman seruan Eggi Sudjana mengenai 'people power'.

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved