Viral Santri Panti Sahur dan Buka 1 Mi Instan Berdua, Pengurus Jelaskan: Donatur Hingga Luar Negeri
Beredar pesan singkat sebuah panti asuhan di Depok kekurangan logistik, sehingga anak-anak sahur dan puasa makan mi instan 1 bungkus berdua. Benarkah?
Penulis: Y Gustaman | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Beredar pesan singkat sebuah panti asuhan di Depok kekurangan logistik, sehingga anak-anak untuk sahur dan puasa makan mi instan 1 bungkus berdua.
"Assalamualaikum Tolong bantu Viralkan.
Mohon bantuannya. Ada salah satu panti asuhan di Cilodong, Depok membutuhkan bantuan untuk makan.
Semenjak ditinggal wafat pengurusnya Haji Ali, anak-anak panti ini sangatlah kekurangan.
Dan saat ini untuk sahur dan buka puasa pun hanya makan indomie 1 bungkus berdua supaya mereka semua bisa makan.
Bila teman-teman ada kelebihan rezeki mohon bisa membantu adik-adik di panti tersebut.
Kalau mau ada yg datang langsung silahkan ke:
Panti Asuhan Asuwain Timor
Jalan H. Abdul Gani No. 165, RT 005, RW 004, Kecamatan Cilodong, Kota Depok
Telepon 0812-8055-4190 (Heriyanto)
Terima kasih
Hanya Allah yang bisa membalas pahala yang berlimpah untuk siapapun yang bantu Viralkan.
Amin."
Berdasarkan penelusuran TribunJakarta.com, alamat tersebut di atas keliru dan yang benar berada di Jalan H. Abdul Gani No. 44A, RT 005, RW 004, Kecamatan Cilodong, Kota Depok.
Nomor telepon yang tercantum di papan identitas Panti Asuhan Asuwain Timor ternyata bukan 0812-8055-4190, tapi 0813-8747-0250.

Muhammad Zainudin anak ketiga almarhum Haji Ali yang juga Ketua Pengurus Panti Asuhan Asuwain Timor lalu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Menurut Zainudin, seluruh kabar tersebut tidaklah benar alias hoaks.
"Berita tersebut tidak benar. Mereka mencantumkan nama beliau Heriyanto kakak saya, putra pertama almarhum Haji Ali tanpa konfirmasi dulu dengan beliau," ujar Zainudin kepada TribunJakarta.com di Panti Asuhan Asuwain Timor, Jumat (10/5/2019).
Zainudin menuturkan, pesan tersebut dibuat oleh sebuah komunitas pedagang online yang memang kerap bersilaturahmi ke Panti Asuhan Asuwain Timor.
"Mungkin maksudnya baik mau membantu, tapi narasi dalam pesannya tidak baik. Seolah menjual kesulitan untuk menarik donatur," ucap Zainudin.
Tak hanya membuat narasi yang kurang baik, komunitas pedagang online tersebut juga mencantumkan nomor rekening yang bukan milik Panti Asuhan Asuwain Timor.
"Nomor rekening panti cuma satu, dan itu bukan yang dicantumkan dipesan tersebut," ujar Zainudin.
Meski begitu, komunitas pedagang tersebut telah mengklarifikasi dan meminta maaf atas pesan yang telah dibuatnya dan tersebar serta menjadi viral.
"Sudah dua hari yang lalu mereka datang dan minta maaf, kami pun sudah tidak gimana-gimana lagi, ambil hikmahnya saja dari setiap kejadian," kata Zainudin.
Ia menjelaskan setelah ayahnya, Haji Ali, meninggal, kondisi ekonomi Panti Asuhan Asuwai Timor tetap tercukupi dan tidak mengalami kesulitan seperti dalam narasi pesan yang beredar.
Bahkan, sambung Zainudin, Panti Asuhan Asuwain Timor masih bisa berbagi rezeki dengan warga sekitar hingga saat ini.
Kebanjiran donatur dari luar negeri
Zainudin menuturkan, meski komunitas tersebut telah meminta maaf kepada pihak Panti, namun imbasnya masih terus terasa hingga saat ini.
"Dampaknya itu sejak empat hari yang lalu mereka bikin pesan itu, kami jadi kebanjiran donatur," kata Zainudin.
Bantuan dari donatur tersebut tak hanya datang dari warga Depok dan dalam negeri saja, bahkan hingga dari luar negeri.
"Banyak sekali donatur yang berdatangan, terakhir kemarin dari Singapura dan Malaysia," ucap Zainudin.
"Ada juga utusan dari Arab ke sini, mengecek dan memastikan benar tidaknya kabar tersebut," beber dia.
Pantauan TribunJakarta.com, donatur masih terus berdatangan hingga pukul 14.00 WIB, membawa sembako yang diangkut menggunakan kendaraan pribadi.
Secara estafet dan bergantian, para santri pun membawa sembako-sembako tersebut turun dari dalam mobil dan dibawa masuk kedalam Panti.
"Ya jadi seperti ini mas sekarang kondisinya, donatur datang membawa sembako."
"Niat komunitas itu baik sebenarnya, tapi narasinya kurang baik ya. Sekarang kita sama-sama ambil hikmahnya saja," ujar Zainudin.