Ramadan 2019

Ada Makam Bernisan Jaman Nabi Ibrahim dan Makam Sepupu Imam Masjidil Hadam di Masjid Jami Kalipasir

Satu diantaranya adalah banyak orang penting tercatat disejarah Tangerang dan sejarah Islam yang konon disemayamkan di belakang masjid tersebut.

Ada Makam Bernisan Jaman Nabi Ibrahim dan Makam Sepupu Imam Masjidil Hadam di Masjid Jami Kalipasir
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Makam sepupu imam Masjidil Haram, Hajjah Murtafiah di Masjid Jami Kalipasir, Tangerang, Sabtu (11/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Menyandang gelar masjid tertua di Tangerang, Masjid Jami Kalipasir menyimpan berjuta fakta unik di dalamnya.

Satu diantaranya adalah banyak orang penting tercatat disejarah Tangerang dan sejarah Islam yang konon disemayamkan di belakang masjid tersebut.

Memang, masjid yang berlokasi persis sebelah Sungai Cisadane tersebut terdapat pemakamam di sampingnya.

Mantan dewan pengurus DKM Masjid Jami Kalipasir, Ahmad Syairodji, mengatakan bahkan terdapat batu nisan yang bentuknya menyerupai batu nisan pada zaman Nabi Ibrahim AS.

"Dulu sempat datang arkeolog dari Bandung meneliti batu-batu nisan dan subhanallah katanya memang ada batu nisa yang bentuknya persis pada zaman Nabi Ibrahim AS," kata Syairodji kepada TribunJakarta.com, Sabtu (11/5/2019).

Namun, karena sudah termakan waktu, ia pun tidak mengetahui letak batu nisan tersebut karena bentuk dan nama yang tertulis di batu nisan tersebut sudah pudar.

Masjid Jami Kalipasir yang merupakan masjid tertua di Tangerang sejak tahun 1412, Sabtu (11/5/2019).
Masjid Jami Kalipasir yang merupakan masjid tertua di Tangerang sejak tahun 1412, Sabtu (11/5/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Bukan hanya itu saja, tokoh pemuka agama yang disemayamkan di belakang Masjid Jami Kalipasir adalah sepupu imam Masjidil Haram, Hajjah Murtafiah yakni Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani sekira tahun 1800-an.

Syekh Muhammad Nawawi Al-Jawi Al-Bantani juga merupakan salah satu ulama termasyhur dunia pada masanya dan saat menjadi imam Masjidil Haram.

"Disini ada makam Hajjah Murtafiah yang dimakamkan di sini. Beliau ini wanita dan dimakamkan bersebelahan dengan suaminya. Dia juga pendiri pesantren putri pertama di Tangerang," tutur Syairodji.

Ia melanjutkan, setiap tahunnya banyak yang berziarah ke makam Hajjah Murtafiah terutama anak murid pesantrennya.

Mantan DKM Masjid Jami Kalipasir Ahmad Syairodji, Sabtu (11/5/2019).
Mantan DKM Masjid Jami Kalipasir Ahmad Syairodji, Sabtu (11/5/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Salah satu yang dimakamkan di halaman belakang masjid tersebut yaitu Bupati pertama Tangerang, Raden Ahyar Pena.

"Wali Kota sering tiap tahun pasti berziarah juga ke sini. Karena bisa dibilang cikal bakal Tangerang ya disemayamkan di Masjid Jami Kalipasir," ucap Syairodji.

Tokoh lainnya yakni istri Sultan Agung Tirtayasa, Nyi Raden Uria Negara hingga tokoh Palang Merah Indonesia yang ikut bergerilya di Balaraja, Banten Nyi Raden Juhariah semua dimakamkan di belakang Masjid Jami Kalipasir.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved