Berangkat Kerja Rumah Masih Utuh, Drivel Ojol Ini Gemetar Ditelepon Istri Rumahnya Habis Terbakar

Dia yang merupakan driver ojek online saat itu sedang mengantar barang di lokasi yang sangat jauh dari rumahnya saat ditelefon istrinya.

Tayang:
Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GANIS
Supriyanto (42) warga RT 12 yang  terdampak kebakaran di RW 05 Kampung Bandan, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara saat ditemui, Minggu (13/5/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Supriyanto (42) merupakan warga RT 12 RW 05 Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara.

Dia juga merupakan korban kebakaran yang menghanguskan tiga RT disana.

Supriyanto menceritakan saat awal ia mengetahui rumahnya dilalap si jago merah.

Lokasi rumahnya yang berdekatan dengan sumber api tentu membuat rumah bapak anak satu itu cepat tersambar.

Dia yang merupakan driver ojek online saat itu sedang mengantar barang di lokasi yang sangat jauh dari rumahnya saat ditelefon istrinya.

Meski diliputi rasa khawatir dan bingung, ayah anak satu itu kemudian tetap menjalankan kewajibannya mengantar barang tersebut untuk kemudian pulang.

"Saat itu saya sedang mengantar barang, jauh dari sini kemudian ditelfon istri. Akhirnya ya saya mau bagaimana enggak bisa apa-apa," kata Supriyanto pada tribunJakarta.com, Minggu (13/5/2019).

Kebakaran yang sudah terjadi sekiranya pukul 14.00 WIB itu akhirnya tak dapat terhindarkan lagi.

Korban Kebakaran Kampung Bandan Buka Puasa di Gelapnya Malam Hanya dengan Air Putih

Supriyanto yang baru sampai kembali ke Kampung Bandan pukul 18.00 WIB mendapati rumahnya sudah hangus terbakar.

Kerugiannya ditaksir mencapai Rp 25 juta. Beruntung, ia sempat mengingatkan istrinya untuk menyelamatkan surat-surat beharga yang mereka miliki.

"Ya saya berangkat rumah masih utuh, pulang sudah hangus. Kalau dihitunh Rp 25 juta ada namanya kita orang susah.  Untung surat-surat sempat diselamatkan istri saya saat itu. Saya bilang sama istri pokoknya surat-surat selamatkan dulu," ucapnya.

Kini, Supriyanto bersama istri dan seorang anaknya tinggal di teras-teras ruko Grand Boutique.

Kondisi tenda pengungsian yang sudah penuh dan cukup panas membuat dia sekeluarga mencari tempat lain untuk beristirahat.

"Ya begini, kan di tenda juga sudah penuh. Kita ya disini saja, kalau panas ya kena, kalau hujan ya tampias," kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved