Melihat Korban Kebakaran Kampung Bandan Berbuka Puasa di Pengungsian

Ribuan warga korban kebakaran Kampung Bandan, RW 005 Ancol, Pademangan, Jakarta Utara berbuka puasa di tempat pengungsian.

Melihat Korban Kebakaran Kampung Bandan Berbuka Puasa di Pengungsian
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Warga korban kebakaran Kampung Bandan berbuka puasa di pengungsian, Senin (13/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Ribuan warga korban kebakaran Kampung Bandan, RW 005 Ancol, Pademangan, Jakarta Utara berbuka puasa di tempat pengungsian.

Di gelapnya malam, warga yang berada di tiga titik lokasi pengungsian yang berada dalam area Ruko Grand Boutique.

Pantauan di lokasi, sebelum adzan magrib berkumandang, warga terlebih dahulu mengambil nasi bungkus maupun nasi kotak yang disediakan pemerintah maupun pihak swasta.

Satu per satu santapan berbuka kemudian dibagikan kepada warga yang menghampar di tempat pengungsian.

Sudin Dukcapil Jakut Layani Korban Kebakaran Kampung Bandan yang Kehilangan Dokumen Kependudukan

Kisah Heroik Reno Selamatkan Ibunya yang Stroke dari Kebakaran di Kampung Bandan

Ini Alasan Korban Kebakaran Kampung Bandan Bangun Tenda dari Karung di Reruntuhan Rumahnya

Lalu, saat adzan magrib berkumandang, warga pun menyantap hidangan mereka dengan lahapnya.

Salah satu korban kebakaran, Handayani (35) mengatakan, sejak hari pertama pengungsian dibuka atau pada Sabtu (11/5/2019) malam, pasokan makanan tak pernah kurang.

Hanya saja, di titik pengungsian yang tinggali, di dekat blok A Ruko Grand Boutique, belum ada dapur umum.

"Pasokan makanan mah nggak kesulitan cuman dapur umum aja. Posko di sana (RT 11) lebih lengkap. Jadi kita ngambilnya ke sana. Emang kadang ada yang dianter, ada yang ngambil sendiri. Tapi setiap sahur, siang, dan buka dapet terus," ucapnya.

Warga korban kebakaran Kampung Bandan berbuka puasa di pengungsian, Senin (13/5/2019).
Warga korban kebakaran Kampung Bandan berbuka puasa di pengungsian, Senin (13/5/2019). (TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino)

Meski makanan cukup, Handayani mengaku warga masih membutuhkan peralatan lainnya, seperti bantal dan selimut untuk kebutuhan istirahat.

Halaman
12
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved