Wakil Wali Kota Jakarta Barat: Pemantauan Keamanan Pangan Tidak Hanya saat Ramadan Saja

Zen pun berharap para pedagang menjadi paham dan lebih berhati-hati dalam membuat olahan makanan dan minuman yang mereka jual

Penulis: Leo Permana | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Leo Permana
Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Muhammad Zen saat secara simbolis membuang atau memusnahkan temuan takjil berbahan bahaya ke kantung sampah hitam, Cengkareng Jakarta Barat, Rabu (15/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Muhammad Zen mengatakan kegiatan pengawasan atau pemantauan keamanan pangan tidak dilakukan di Ramadan saja, namun pada bulan lainnya.

Hal itu ia sampaikan saat lakukan pemeriksaan makanan takjil Ramadan yang dijual di Jalan Baru, Cengkareng Timur Jakarta Barat, Rabu (15/5/2019).

"Namanya tim jejaring keamanan pangan ini bekerja melakukan pengawasan atau pemantauan bukan hanya di bulan Ramadan saja, namun bulan lainnya juga melakukan pemantauan," katanya di lokasi, Rabu (15/5/2019).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bila pengawasan terhadap pengusaha-pengusaha makanan itu sudah dilakukan.

Saat pengawasan tadi, jelas Zen, kebanyakan pedagang takjil tersebut merupakan pedagang musiman.

"Ketika mereka kita tanya, mereka mengatakan hanya berjualan pada saat Ramadan saja," ujarnya.

Ia pun menyampaikan, bahwa kegiatan pengawasan ini sekaligus bertujuan juga dalam rangka sosialisasi dan pembinaan ke pedagang tersebut.

Dari adanya sosialisasi yang diberikan, Zen pun berharap para pedagang menjadi paham dan lebih berhati-hati dalam membuat olahan makanan dan minuman yang mereka jual.

"Mungkin barangkali ada pedagang makanan musiman yang mereka belum tahu atau belum paham bahwa makanan-makanan yang dijualnya itu mengandung bahan-bahan berbahaya," jelas Zen.

"Sehingga melalui kegiatan ini mereka jadi paham, lebih berhati-hati, tidak akan mengulangi lagi, dan akan lebih waspada. Bahkan dari tim kami juga sekaligus memberikan brosur, pamflet agar mereka nanti bisa baca," tambahnya.

Kasudin Kesehatan Jakarta Barat, Kristi Watini menjelaskan contoh sosialisasi dan edukasi yang diberikan kepada para pedagang tersebut.

Diantaranya pada pedagang soto mie, yang dimana mie kuning yang digunakannya mengandung formalin.

Ia pun menginformasikan serta menganjurkan pedagang itu untuk menggunakan mie yang lebih aman dikonsumsi.

"Kalau kita lihat tadi mie yang mengandung formalin itu biasanya agak mengkilap, lalu warnanya kalau mie pasti warna kuning, jadi itu yang bisa membedakan," ungkap dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved