Lebaran 2019

Informasi Penting untuk Pemudik, Gerbang Tol Cikarut Pindah, Waspada Penumpukan Lalin dan Tarif Baru

"Kami masih mengkaji rencana itu dengan stakeholder lainnya," ujar Sekretaris Jendral Kementerian Perhubungan, Sugihardjo.

Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Erik Sinaga
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA  
Sejumlah kedaraan memadati gerbang Tol Cikarang Utama menuju Cikampek, Jawa Barat, pada arus mudik libur Natal 2017, Sabtu (23/12/2017) dini hari. Ribuan Kendaraan terjebak atrean pajang di gerbang tol Cikarag Utama hingga ke arah Cikampek karena tingginya volume kendaraan dan diperparah dengan proyek pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha  

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG - Transaksi di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama KM 29 pindah ke GT Cikampek Utama KM 70 dan Kalihurip Utama KM 67, mulai hari Kamis (23/5/2019) sejak pukul 00.00 WIB.

Corporate Communication Department Head Jasa Marga, Irra Susiyanti mengatakan setelah transaksi dipindahkan pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang dari atau menuju ke timur Jalan Tol Cikopo-Palimanan, melakukan transaksi di gerbang tol baru GT Cikampek Utama di KM 70.

Sedangkan untuk pengguna jalan dari menuju selatan Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang dan Padalarang-Cileunyi pindah transaksi GT Kalihurip Utama di KM 67.

"Kami mengharapkan perubahaan ini membawa manfaat dalam melakukan pemecahan arus, yang awalnya jarak jauh melakukan dua kali transaksi saat ini menjadi satu kali untuk seluruh asal tujuan," katanya dilansir dari Warta Kota, Kamis (23/5/2019).

Transaksi di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama KM 29 pindah ke GT Cikampek Utama KM 70 dan Kalihurip Utama KM 67, mulai hari ini Kamis (23/5/2019) sejak pukul 00.00 WIB.
Transaksi di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama KM 29 pindah ke GT Cikampek Utama KM 70 dan Kalihurip Utama KM 67, mulai hari ini Kamis (23/5/2019) sejak pukul 00.00 WIB. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Irra menjelaskan alasan dipindahkannya GT Cikarang Utama dikarenakan sudah tidak layak, pasalnya adanya pembangunan pier Jalan Tol Jakarta-Cikampek II atau Tol Layang (Elevated) di GT Cikarang Utama sehingga berdampak pada berkurangnya kapasitas transaksi.

Amankan Ambulans Berlogo Parpol dengan Muatan Batu hingga Amplop Penuh Uang, Polri Cium Dugaan Ini

Ribuan Petugas Diterjunkan Jaga MK, hingga Kebenaran Kabar Prabowo-Sandi Pimpin Aksi Hari Ini

"Ada pembangunan pier, membuat enam gardu operasi ditutup. Kalau tidak dipindahkan bisa menyebabkan antrian panjang, apalagi nanti saat mudik lebaran," ujarnya.

Irra menambahkan dengan dipindahkannya GT Cikarang Utama ke dua gerbang tol itu, dapat memecah 50 persen kepadatan yang biasa terjadi di GT Cikarang Utama.

"Beban kepadatan yang biasa terjadi di GT Cikarang Utama terbagi. Apalagi pemberlalukan ini otomatis membuat adanya peningkatan kecepatan tempuh rata-rata," katanya.

Dianggap cuma pindahkan kemacetan

Antrean kendaraan di Gerbang Tol Cikarang Utama
Antrean kendaraan di Gerbang Tol Cikarang Utama (Tribun Jabar)

Kementerian Perhubungan menilai, rencana penonaktifan gerbang tol Cikarang Utama, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, dikhawatirkan bakal memindahkan titik kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Kepadatan kendaraan yang awalnya terjadi di gerbang tol itu, justru malah menumpuk di gerbang tol Cikopo-Palimanan (Cipali) karena adanya penyempitan jalan di sana.

"Kami masih mengkaji rencana itu dengan stakeholder lainnya," ujar Sekretaris Jendral Kementerian Perhubungan, Sugihardjo di Gerbang Tol Cikarut pada pekan lalu.

Sugihardjo mengatakan, rencana penonaktifan gerbang tol Cikarut sebetulnya salah satu opsi untuk menanggulangi kemacetan di ruas tol tersebut.

Kepadatan kerap terjadi di gerbang tol Cikarut karena ada dua aktivitas.

Pertama, kendaraan yang mengarah ke timur (Cikampek), diharuskan mengambil kartu elektronik pembayaran.

Mulai 23 Mei 2019 Pukul 00.00 WIB, Transaksi di GT Cikarang Utama Dipindahkan

Dianggap Sudah Tidak Ideal, Gerbang Tol Cikarang Utama Segera Ditidakan

Kedua, kendaraan yang mengarah ke barat (Jakarta) melakukan transaksi pembayaran.

Kemacetan di gerbang ini terjadi setiap hari, terutama saat jam sibuk seperti pagi dan sore.

Kemacetan pun bisa mengular hingga satu kilometer.

Menurut dia, penonaktifan gerbang Cikarut hanya dirasa efektif mengurai kepadatan kendaraan yang melaju dari arah Jakarta.

Namun, selepasnya justru terjadi kemacetan di sejumlah gerbang keluar menuju jalur arteri dalam kota akibat penyempitan badan jalan.

"Saat masuk Cipali, di sana hanya ada dua lajur gerbang tol. Kalau di Cikarang Utama dibuka (tanpa transaksi), petugas di gerbang tol Cipali bisa kewalahan," katanya seperti dikutip dari Warta Kota.

Senada diungkapkan Direktur Utama PT Jasa Marga, Desi Aryani.

Sampai saat ini rencana penonaktifan gerbang Cikarut masih dalam kajian lembaganya.

Menurut Desi, bila gerbang Cikarut ditiadakan justru akan terjadi penumpukan kendaraan di daerah lain.

Soalnya di luar kota setelah Karawang Barat, jumlah lajur hanya ada dua.

Gerbang Tol Cikarang Utama.
Gerbang Tol Cikarang Utama. (Istimewa Tourde Java Tribun)

Berbeda dengan ruas tol di dalam kota yang memiliki empat lajur lebih.

"Kalau di sini (Cikarut) dibuat los, mungkin tidak akan terjadi kemacetan. Tapi yang di daerah itu justru bakal terjadi bottleneck (penyempitan)," kata Desi.

Desi mengatakan, volume kendaraan di ruas tol Jakarta-Cikampek memang cukup tinggi.

Soalnya ada tujuh rute perjalanan dari Jakarta, Bekasi, Cipali, Cipularang dan sebagainya yang melewati gerbang Cikarut.

"Untuk mensukseskan rencana ini perlu kajian yang matang dengan BUMN terkait dan operator tol soal teknisnya," jelas Desi.

Tak Perlu Setir Sendiri , PO Bus Ini Bawa Pemudik Saat Turun Langsung Naik Motor di Kampung Halaman

Jangan Sampai Tak Terangkut, Ini Ketentuan Bawa Bagasi Saat Mudik Lebaran Naik Kereta Api

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah kendaraan yang melintas mencapai 80.000 unit, sedangkan akhir pekan mencapai 100.000 unit.

Lalu untuk arus mudik dan balik Lebaran bisa mencapai 120.000 unit kendaraan.

Karena tingginya lalu lintas di sana, pihak operator tol yaitu Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek dibantu Polri melakukan contra flow atau rekayasa lalu lintas dengan melawan arus kendaraan di arah sebaliknya.

Polisi terpaksa menggunakan diskresinya karena terjadi kemacetan sampai empat kilometer lebih di ruas tol setempat.

Tingginya arus lalu lintas tol di Jakarta-Cikampek ini dipicu karena berbagai faktor.

Selain Kabupaten Bekasi merupakan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, ruas tol ini juga menjadi jalur perlintasan masyarakat yang hendak ke Bandung dan Cikopo, Purwakarta.

Informasi tarif

Transaksi di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama (Cikarut) KM 29 pindah ke GT Cikampek Utama KM 70 dan Kalihurip Utama KM 67, mulai hari Kamis (23/5/2019) sejak pukul 00.00 WIB.

Pemindahan itu membuat adanya perubahan tarif Tol Jakarta Cikampek.

Corporate Communication Department Head Jasa Marga, Irra Susiyanti mengatakan, ada beberapa perubahan setelah dilakukannya relokasi GT Cikarang Utama yang merupakan GT Barrier.

Perubahan mulai dari sistem pengumpulan tol yang semula dari sistem transaksi terbuka dengan tarif rata Jakarta IC - Pondok Gede Barat/Timur, Jakarta IC - Cikarang Barat dan sistem transaksi tertutup dengan tarif proporsional Cikarang Barat – Cikampek menjadi sistem transaksi terbuka pada Jakarta IC – Cikampek.

"Kami lakukan perubahan ini demi meningkatkan pelayanan masyarakat untuk mengurangi kepadatan dan antrean di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Karena yang awalnya dua kali tap saat ini hanya satu kali tap," katanya dikutip dari WartaKota, Kamis (23/5/2019).

Irra mengungkapkan perubahan itu sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 481/KPTS/M/2019 Tanggal 15 Mei 2019 Perihal Penetapan Tarif dan Perubahan Sistem Pengumpulan Tol pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Perubahan sistem transaksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek berlaku mulai 23 Mei 2019 pukul 00.00 WIB.

Kendaraan dari arah Jakarta ke Cikampek melakukan transaksi di akses keluar (of ramp pay) dan kendaraan dari arah Cikampek yang menuju Jakarta akan melakukan transaksi di akses masuk (on ramp pay) dengan membayar tarif tol merata sesuai dengan wilayah pentarifannya.

Dengan demikian, sistem tarif menjadi transaksi terbuka yang terbagi menjadi empat wilayah, antara lain wilayah 1 dengan tarif Rp. 1.500,- (Jakarta IC/Interchange- Pondok Gede Barat/Timur), Wilayah 2 dengan tarif Rp. 4.500,- (Jakarta IC - Cikarang Barat), Wilayah 3 dengan tarif Rp. 12.000,- (Jakarta IC - Karawang Timur) dan Wilayah 4 dengan tarif Rp. 15.000,- (Jakarta IC-Cikampek).

Sementara, kenaikan tarif yang berlaku untuk transaksi setelah GT Cikarang Barat atau jarak dekat adalah sebagai berikut:

Berikut ini kenaikan tarif tol Jakarta-Cikampek untuk jarak dekat:

* Dari Jakarta IC menuju 
-Cibatu berubah dari Rp 6.000 jadi Rp 12.000
-Cikarang Timur dari Rp 7.000 jadi Rp 12.000 
-Karawang Barat dari Rp 8.500 jadi Rp 12.000 
-Karawang Timur dari Rp 9.500 jadi Rp 12.000 
-Dawuan dari Rp 12.500 jadi Rp 15.000 
-Kalihurip tetap Rp 15.000 
-Cikampek tetap Rp 15.000

* Dari Cikarang Barat menuju 
-Cibatu dari Rp 1.500 jadi Rp 12.000 
-Cikarang Timur dari Rp 2.500 jadi Rp 12.000 
-Karawang Barat dari Rp 4.000 jadi Rp 12.000 
-Karawang Timur dari Rp 5.000 jadi Rp 12.000 
-Dawuan dari Rp 8.000 jadi Rp 15.000 
-Kalihurip dari Rp 10.500 jadi Rp 15.000 
-Cikampek dari Rp 10.500 jadi Rp 15.000

* Dari Cibatu menuju 
-Jakarta IC dari Rp 6.000 jadi Rp 12.000 
-Cikarang Barat dari Rp 1.500 jadi Rp 12.000 
-Cikarang Timur dari Rp 1.000 jadi Rp 12.000 
-Karawang Barat dari Rp 2.500 jadi Rp 12.000 
-Karawang Timur dari Rp 4.000 jadi Rp 12.000 
-Dawuan dari Rp 7.000 jadi Rp 15.000 
-Kalihurip dari Rp 8.500 jadi Rp 15.000 
-Cikampek dari Rp 8.500 jadi Rp 15.000.

(WartaKota/Muhammad Azzam/Fitriyandi Al Fajri)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved