Platform Sosial Media yang Biarkan Berita Hoax Beredar Bisa Dipidanakan

Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan ada tiga bentuk sanksi yang dapat dijatuhkan Kemkominfo ke pihak platform sosial media

Platform Sosial Media yang Biarkan Berita Hoax Beredar Bisa Dipidanakan
Tribunnews.com
Media Sosial 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mewajibkan pihak platform sosial media agar terlibat memangani persebaran berita bohong yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan ada tiga bentuk sanksi yang dapat dijatuhkan Kemkominfo ke pihak platform sosial media.

"Kami wajibkan kepada platform untuk secara aktif membersihkan berita-berita bohong yang ada di platformnya. Bisa sanksi administrasi, bisa dilakukan denda atau penutupan," kata Semuel di Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).

Tak henti di situ, Semuel menuturkan pihak platform sosial media dapat diproses secara hukum pidana karena dianggap turut serta menyebarkan berita bohong.

Menurutnya, tanggung jawab menjaga ranah dunia maya bukan merupakan tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga masyarakat dan platform sosial media.

Ivan Kolev Tidak Pungkiri Kembalinya Simic Membuat Silvio Escobar Tersingkir dari Persija

"Bisa juga turut serta, bisa dikenakan pasal turut serta kalau dia membiarkan pelanggaran. Mari kita jaga ruang cyber kita," ujarnya.

Semuel menjelaskan pemerintah terus berupaya memberangus penyebaran berita palsu di media sosial, satu langkah di antaranya dengan melakukan pembatasan.

Pembatasan sosial media yang diterapkan Rabu (22/5/2019) disebut Semuel guna mencegah penyebaran 30 berita hoax terkait aksi 22 Mei di kantor Bawaslu RI lalu.

"Kami menemukan ada 30 hoax yang dibuat. Hoax ini disebarkan lewat 1.932 akun. Ada di facebook, Instagram, dan Twitter. Di Facebook ada 450, di Instagram ada 581, di Twitter ada 784. 1 Link.id," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved