Ani Yudhoyono Meninggal

Begini Cerita SBY Saat Menjabat Presiden Ketika Dihina dan Peran Ani Yudhoyono

"Mendengar nasihat seperti itu saya sering menyampaikan kepada istri bahwa nasihat itu baik dan benar. Harus kita jalankan," tulis SBY.

Editor: Erik Sinaga
Instagram
Foto zaman dahulu. 

TRIBUNJAKARTA.COM- Tidak mudah menjadi Presiden RI di era transformasi ini yang memiliki banyak kerumitan.

Begitulah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuliskan pengalamannya sebagai Presiden RI yang ditulis dalam bukunya "Selalu Ada Pilihan".

Di dalam buku setebal 807 halaman itu, SBY menceritakan kisah hidup dan pengalamannya semasa menjabat Presiden keenam RI.

Tak lupa SBY juga menceritakan kisah istrinya Ani Yudhoyono mendampingi di kala suka dan duka.

Istri tercinta, yang 1 Juni 2019 kemarin, menghembuskan nafas terakhir menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa akibat sakit kanker yang dideritanya.

Dengarkan istri

Menurut SBY, saat hinaan dan caci maki dia peroleh maka tak pernah dia lupakan istrinya yang setia mendampingi.

Dalam berbagai kesempatan, SBY juga mendengar nasihat dan menerima masukan dari berbagai kalangan masyarakat.

Yang intinya menjadi pemimpin harus senantiasa sabar.

"Mendengar nasihat seperti itu saya sering menyampaikan kepada istri bahwa nasihat itu baik dan benar. Harus kita jalankan," tulis SBY.

Ketika ada orang yang hendak jahat kepadanya, SBY kemudian mendengarkan nasihat seorang sahabat.

"Pak SBY jika Anda merasa sangat terluka dan sedih karena dikritik dan dihujat berlebihan, ambillah air Wudhu. Lakukan shalat dan lanjutkan dengan doa dan zikir. Insya Allah Tuhan akan menenangkan hati Pak SBY."

SBY menuruti nasihat itu.

"Hal itu saya lakukan. Dan bersama istri, utamanya di keheningan malam saya kerap 'mengadu' kepada Allah SWT seraya memohonkan pertolongan-Nya," ujar SBY.

Sang istri berpulang

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved