Breaking News:

Cerita Sopir Bus Tak Berlebaran di Rumah Demi Antarkan Penumpang Mudik

Tak bisa berkumpul bersama keluarga di momen Idul Fitri sudah menjadi konsekuensi yang diterima Hasanudin (40) sebagai seorang sopir bus.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Hasanudin (40) sopir bus yang mudik tahun ini harus membawa pemudik dari Jakarta ke Palembang pada Senin (3/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Tak bisa berkumpul bersama keluarga di momen Idul Fitri sudah menjadi konsekuensi yang diterima Hasanudin (40) sebagai seorang sopir bus.

Terhitung sejak ia bekerja sebagai sopir bus delapan tahun silam, pria kelahiran Tangerang ini tak pernah merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta.

"Namanya hidup di jalan kan emang udah jadi resiko kalau pas lagi lebaran begini kita sibuk anterin pemudik," kata Hasanudin kepada TribunJakarta.com di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Senin (3/5/2019).

Bagi Hasanudin, sedih sudah pasti terasa ketika disaat banyak orang rela melakukan berbagai cara demi bisa berkumpul bersama keluarga di hari raya, ia justru meninggalkan keluarganya.

Namun, ia menyebut apa yang dilakukannya adalah ibadah demi menghidupi keluarganya. Ia pun percaya anak istrinya mengerti akan hal ini.

Sederet Sayuran Ini Jangan Dikonsumsi Setiap Hari, Berpotensi Memberikan Efek Negatif pada Tubuh!

Pedagang Bunga Keluhkan Harga yang Semakin Meroket Jelang Lebaran

100.000 Jamaah Diprediksi Akan Salat Ied di Masjid Istiqlal

Terlebih, saat ini teknologi sudah semakin canggih sehingga bisa menjadi obat penawar rindu kepada keluarga.

"Ya paling nanti kita video call sama keluarga, jadinya maaf maafannya pakai video call," kata Hasanudin.

Hasanudin sebenarnya merupakan sopir bus pariwisata. 

Namun, untuk periode arus mudik dan balik lebaran, perusahaan otobus tempat Hasanudin bekerja diperbantukan untuk melayani pemudik.

Untuk tahun ini, Hasanudin mendapat rute Jakarta-Palembang yang berangkat dari Terminal Kalideres.

Ia pun belum mengetahui tepat saat Lebaran hari pertama nantinya ia berada di Jakarta atau di Palembang.

"Belum tahu nih, kalau pas kena di Jakarta mendingan saya bisa pulang ke rumah orangtua di Tangerang meski enggak ketemu anak istri karena mereka tinggalnya di Banjar," ujarnya.

Dikatakan Hasanudin, saat momen arus mudik dan balik lebaran, pemasukan yang diterimanya memang lebih besar dibanding biasanya.

"Enggak apa-apa kita lebaran di jalan yang penting bisa anterin orang-orang buat lebaran dan silaturahmi di kampungnya," kata Hasanudin coba menghibur dirinya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved