Pedagang Parcel Cikini Mengalami Penurunan Omset Hingga 50 Persen pada Tahun Ini

Salah seorang pedagang Yosi (40) mengakui tidak mengetahui apa penyebab menurunnya minat beli pembeli parcel di Cikini

Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/LEO PERMANA
Beragam parcel yang dijual di satu lapak pedagang parsel di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sejumlah pedagang parcel atau parsel di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat mengeluh akan sepinya pembeli parcel pada ramadan kali ini. Bahkan mereka menganggap penurunan hingga 50 persen

Padahal biasanya menjelang lebaran identik dengan pemberian parcel kepada kerabat maupun keluarga.

Salah seorang pedagang Yosi (40) mengakui tidak mengetahui apa penyebab menurunnya minat beli pembeli parcel di Cikini, padahal dibandingkan tahun lalu, tahun ini cenderung lebih sepi.

"Tahun ini lebih sepi mas. Dibandingkan tahun lalu lebih sepi sekarang, walaupun memang setiap tahunnya ada grafik penurunan pembelian parcel," kata Yosi di Jalan Penataran, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/6/2019).

Dikatakan Yosi, ia menilai penurunan pembelian parcel karena bertepatan pada tahun-tahun politik, ditambah ada demo yang beberapa waktu itu digelar dibeberapa titik pusat kota.

Kini, Yosi mengaku hanya mengandalkan pelanggan-pelanggan setianya untuk menutupi pemasukan yang mengalami penurunan ini.

"Kalo gak ada pelanggan, kita gigit jari pasti mas, ngak ada yang beli. Ya mungkin karena tahun politik juga ya, jadi turun," katanya.

Selain itu hal serupa juga dikatakan Umar (34) salah seorang pedagang. Meski mengalami penurunan minat beli parcel pada tahun ini. Namun pemasukan yang ada masih terbilang cukup untuk kebutuhan lebaran.

"Ya walau turun setidaknya masih alhamduliah lah masih ada pemasukan, kita mengandalkan pelanggan aja, karena kebanyakan pelanggan itu pesan banyak, kalo tidak pelanggan ya pasti sepi," ujarnya.

Menurut Umar harga parcel di Cikini relatif tergantung isi dari parcel tersebut. Rata-rata harga yang dijual mulai Rp. 150 ribu parcel ukuran kecil yang berisi Biskuit, minuman kaleng.

Senin Siang Ini Tol Cijago Seksi 2 Kukusan-Raya Bogor Dibuka Sementara

Untuk parcel yang paling mahal dijual hingga Rp. 2,5 juta yang berisikan berbagai jenis makanan dan minuman bahkan parcel tersebut di bungkus cukup tinggi. Sedangkan parsel yang berisi kaligrafi, dibandrol dengan harga Rp. 350 ribu sampai Rp. 3 juta.

"Bervariasi kalau paling murah dari Rp. 150 ribu sampai jutaan. Nah yang paling mahal itu parcel bedah belah, itu bisa sampai Rp. 3 jutaan yang isinya gelas dan macem-macem barang bedah belah," ucapnya.

Pedagang parcel Cikini akan buka hingga H-1 lebaran mendatang buka dari pagi hingga malam hari. Mereka sudah beroperasi sejak awal puasa kemarin.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Pedagang Parcel Cikini Keluhkan Turunnya Minat Beli Parcel Tahun Ini

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved