Wamen Haji Tanggapi Isu Reshuffle, Ungkap Obrolan Internal Kabinet hingga Gerindra

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi isu perombakan kabinet atau reshuffle yang tengah jadi perbincangan belakangan ini.

Instagram @dahnil_anzar_simanjuntak
Dahnil Anzar Simanjuntak - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi isu perombakan kabinet atau reshuffle saat bicara di podcast GERCEP (Gerak Cerita Politik) yang tayang di Youtube @HarianKompasCetak pada Jumat (17/4/2026). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi isu perombakan kabinet atau reshuffle yang tengah jadi perbincangan belakangan ini.

Dahnil menjawab isu tersebut saat bicara di podcast GERCEP (Gerak Cerita Politik) yang tayang di Youtube @HarianKompasCetak pada Jumat (17/4/2026).

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah itu mengatakan, di internal kabinet selalu ada evaluasi.

Namun perkara reshuffle, keputusan penuh ada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

"Kalau evaluasi itu pasti, kalau reshuffle ya Pak Prabowo yang tahu," kata Dahnil.

Saat ditanya apakah ada pembicaraan soal reshuffle di internal Gerindra sendiri, Dahnil yang memang kader partai berlambang kepala Garuda itu menyinggung soal totalitas dalam mendukung program Presiden.

"Ya kita pengin yang terbaik ya. Yang penting kalau posisi saya ini semuanya itu ikut direction presiden," kata Dahnil.

Loyalitas dukungan yang dimaksud adalah kesiapan kader Gerindra untuk bicara tentang program Presiden baik itu populer ataupun tidak di mata masyarakat.

"Jadi gerakannya jangan sampai kalau ya kebijakan itu merugikan atau enggak populer di publik, kemudian dia enggak ngomong ke media. Kemudian nanti yang disalahkan presiden," uajarnya.

Menurut Dahnil, seluruh anggota Kabinet Merah Putih apapun latar belakangnya harus satu napas dengan program Presiden Prabowo dan mau membelanya.

"Jangan sampai Anda-anda yang membantu Pak Presiden sekarang, enaknya itu prestasi kemudian Anda omongin atas nama diri Anda, tapi kalau ada masalah Anda lempar ke presiden.

"Nah, itu yang enggak benar gitu loh. Jadi harusnya justru semua permasalahan itu kita ambil, kita selesaikan begitu. Kemudian kan semuanya harus ikut direction presiden," jelasnya.

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved