Gubernur Pramono Sentil BUMD: Jangan Cuma ‘Jago Kandang’, Harus Berani Ekspansi
Gubernur Pramono Anung meminta BUMD Jakarta tak lagi hanya kuat di pasar lokal, tetapi mulai berani ekspansi ke luar daerah hingga level global.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ringkasan Berita:
- Pramono Anung mendorong BUMD Jakarta untuk ekspansi ke luar daerah hingga global, tidak hanya fokus di pasar lokal.
- BUMD diingatkan waspada terhadap tantangan global seperti geopolitik dan El Niño yang bisa berdampak pada bisnis.
- Pemprov DKI memperkuat strategi melalui sinergi pembiayaan, kolaborasi antar-BUMD, dan peningkatan profesionalisme perusahaan.
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta tak lagi hanya kuat di pasar lokal, tetapi mulai berani ekspansi ke luar daerah hingga level global.
Permintaan itu disampaikan Pramono saat menghadiri BUMD Leaders Forum 2026 di Candi Bentar Hall, Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).
Ia menilai, BUMD Jakarta harus meningkatkan daya saing agar tidak hanya menjadi pemain domestik, melainkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Tidak menjadi pemain lokal, jago kandang, tapi bertarung keluar di antaranya misalnya Bank Jakarta, Pasar Jaya, Dharma Jaya, dan yang lain-lain dan itu akan saya yakin akan bisa memberikan manfaat juga bagi Jakarta,” kata Pramono.
Ingatkan Ancaman Geopolitik dan El Nino
Meski mendorong ekspansi, Pramono mengingatkan BUMD untuk tetap waspada terhadap tantangan global yang berpotensi mengganggu stabilitas bisnis.
Ia menyinggung kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu, serta ancaman El Nino yang diperkirakan terjadi pada April hingga September 2026.
“Maka saya minta juga mereka harus mempersiapkan diri. Dengan demikian, mudah-mudahan konsolidasi BUMD dan membangun corporate culture yang lebih terbuka, transparan, dikelola secara profesional,” ujarnya.
Forum Bahas Strategi Bisnis dan Pembiayaan
Dalam forum tersebut, Pemprov DKI bersama Badan Pembinaan BUMD juga membahas sejumlah strategi penguatan kinerja perusahaan daerah.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan daya saing, kesehatan perusahaan, serta kapasitas pembiayaan pembangunan Jakarta.
“Topik pertama yaitu akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui creative financing dan sinergi pembiayaan. Untuk Triwulan I tahun 2026, Alhamdulillah telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk 3 BUMD, yaitu PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan juga Food Station Tjipinang,” ungkap Kepala BP BUMD Provinsi DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat.
Selain itu, dibahas pula optimalisasi penjaminan proyek strategis melalui Jamkrida Jakarta serta pemanfaatan aset BUMD sebagai sumber pendapatan baru.
Kolaborasi BUMD Diperkuat
Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan kesepakatan kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta sebagai bentuk sinergi antar-BUMD.
Melalui langkah ini, BUMD Jakarta diharapkan mampu bertransformasi menjadi institusi yang tangguh, profesional, serta menjadi motor penggerak ekonomi ibu kota.
BERITA TERKAIT
- Baca juga: Ikan Sapu-sapu Mau Dibasmi Lagi! Dinas KPKP Siapkan Operasi Besar-besaran di Sejumlah Kali Jakarta
- Baca juga: Gubernur Pramono Dukung Penangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta: Untuk Menjaga Ekosistem
- Baca juga: Gubernur Pramono Perintahkan Pembersihan Ikan Sapu-sapu di Jakarta: Rusak Tanggul
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita