Lebaran 2019
Arti Minal Aidin Wal Faizin Sebenarnya Ternyata Bukan Mohon Maaf Lahir Batin, Ini Penjelasannya
Di akhir ramadan seperti saat ini, umat muslim yang tengah berada di jarak cukup jauh akan mengirimkan beberapa ucapan untuk menyambut Idul Fitri.
TRIBUNJAKARTA.COM - Selama ini banyak umat muslim yang mengucapkan "Minal Aidin Wal Faidzin" saat merayakan Idul Fitri yang diyakini memiliki arti mohon maaf lahir batin.
Namun rupanya, Minal Aidin Wal Faidzin tak memiliki arti mohon maaf lahir batin.
Dilansir dari artikel Tribun Timur yang berjudul "Arti Minal Aidin Wal Faizin Ternyata Bukan Mohon Maaf Lahir Batin, ini yang Benar", berikut arti sesungguhnya.
Di akhir ramadan seperti saat ini, umat muslim yang tengah berada di jarak cukup jauh akan mengirimkan beberapa ucapan untuk menyambut Idul Fitri.
Salah satu contohnya, memberi ucapan Minal Aidin Wal Faizin yang diyakini memiliki arti mohon maaf lahir batin.
Banyak orang yang bertanya, apakah arti dari Minal Aidin Wal Faizin itu memang bermakna mohon maaf lahir batin atau bukan ?
Tahukah anda, ucapan Minal Aidin wal-Faizin bukan bermakna mohon maaf lahir dan batin.
Dirangkum dari berbagai sumber, kalimat Minal Aidin Wal Faizin terdiri dari beberapa penggal kata.
• Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Bahasa Inggris, Bisa untuk Status WhatsApp & Facebook
• 6 Amalan Sunnah Sebelum dan Sesudah Salat Idul Fitri Lebaran 2019 untuk Memperoleh Berkah
Kata Min artinya 'termasuk', Al-aidin artinya 'orang-orang yang kembali', Wal Artinya 'dan', serta Al-faizin Artinya 'menang'.
Jika dimaknai secara harfiah, kalimat Minal 'Aidin wal Faizin dalam bahasa indonesia menjadi 'Termasuk dari orang-orang yang kembali sebagai orang yang menang'.
Ucapan minal aidin wal-faizin ini menurut seorang ulama tidaklah berdasarkan dari generasi para sahabat ataupun para ulama setelahnya atau Salafus Salih.
Perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair pada masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengkisahkan dendang wanita di hari raya.
Sumber lain menyebutkan, Pada zaman khilafiah rasyidin, ucapan Minal Aidin wal-Faizin, digunakan sebagai ungkapan bangga atas kemenangan perang yang sebenarnya, semisal perang badar.
Jika dimaknai dalam konteks peperangan, akan berbunyi 'Semoga Termasuk dari Orang-orang yang Kembali (dari perang) dan sebagai Orang yang Menang (dalam setiap Perjuangan Islam)'.
• Doa Menggunakan Baju Baru Lebaran 2019 dan Model Busana Kekinian di Hari Raya Idul Fitri
• Tips Membuat Ketupat Supaya Tidak Cepat Lembek, 4 Hal Ini Wajib Dihindari!
Ucapan minal 'aidin wal-faizin ini tidak akan dimengerti maknanya oleh orang Arab, dan kalimat ini tidak ada dalam kosa kata kamus bahasa Arab, dan hanya dapat dijumpai makna kata perkatanya saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/idulfitri02444.jpg)