Lebaran 2019

Kasubdit Badan Kepegawaian Jakbar Jelaskan Sanksi PNS Bolos Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran

Pada hari ini, Senin (10/6/2019) para pegawai negeri sipil (PNS) sudah kembali masuk usai libur Lebaran. Bagaimana sanksi bagi PNS Bolos?

Kasubdit Badan Kepegawaian Jakbar Jelaskan Sanksi PNS Bolos Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran
Tribunjakarta.com/Leo Permana
Sejumlah pegawai yang berada di sekitar lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (10/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Pada hari ini, Senin (10/6/2019) para pegawai negeri sipil (PNS) sudah kembali masuk usai libur Lebaran.

Bagi mereka yang membolos atau tidak hadir tanpa keterangan pada hari ini, akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Yusnita, Kasubdit Pengendalian Suku Badan Kepegawaian Jakarta Barat mengatakan, bagi mereka yang melanggar akan dikenai sanksi sesuai PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

"Jadi memang kita ke pejabat yang berwenang memberikan cuti itu diimbau untuk tidak memberikan cuti tahunan berurutan dari cuti bersama," katanya, Senin (10/6/2019).

"(Namun) itu dikecualikan untuk cuti sakit, cuti alasan penting, karena kan kalau cuti sakit kita tidak bisa mencegah orang sakit," tambahnya.

Ia menjelaskan terkait sanksi yang dikenakan tersebut sesuai dari tingkat pelanggarannya.

"Kalau untuk ketidakhadiran ringan, sedang atau berat kalau terkait disiplin, lima hari itu termasuk ringan, sanksinya teguran lisan," ujarnya.

"Kemudian sampai 10 hari, ringan yang kedua, jadi kita berjenjang. Ringan paling berat itu sampai 15 hari, pernyataan tidak puas secara tertulis itu ada di PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS," lanjut Yusnita.

Respon Jokowi Soal Pria Ancam Penggal Kepalanya, Hingga Pelaku Bolos Kerja Demi Ikut Demo di Bawaslu

Saat Demo di Depan Gedung Bawaslu, HS dalam Keadaan Bolos Kerja

Selanjutnya, untuk hukuman disiplin tingkat sedang, bila mereka tidak masuk tanpa alasan yang sah atau tanpa keterangan (alpa) hingga 20 hari, itu menurutnya termasuk sedang paling ringan.

"Lalu 21-25 hari itu sedang yang kedua (middle). Nah untuk yang sedang paling berat itu sampai dengan 30 hari tanpa keterangan (alpa) begitu terus sampai maksimal 45 hari PNS bisa diberhentikan secara hormat atau tidak," pungkasnya.

Penulis: Leo Permana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved