Alasan Gaptek, Sejumlah Ibu Mengaku Kebingungam PPDB Secara Online
"Saya pasti andalkan suami saya, karena saya enggak paham. Kalau enggak saya nanya tetangga minta dibantu," kata dia.
Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis
TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG Priok- Pendaftatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online mulai dilakukan.
Kepala Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara, Budi Sulistiono mengatakan ini merupakan tahun kelima penyelenggarama PPDB secara online.
Meski begitu masih banyak para orangtua murid yang kebingungan mengenai tatacara pelaksanaannya.
Hal ini diakui mereka karena banyaknya informasi yang diterima, membuat mereka justru kebingungan.
Satu diantara orang tua murid, Siti Fathonah (52). Dirinya mengaku sama sekali tak mengetahui bagaimana mendaftar sekolah secara online.
"Enggak paham saya dek, gaptek," uca Siti saat ditemui di SDN Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (12/6/2019).
Siti mengaku mengandalkan suaminya dalam kepengurusan daftar sekolah anaknya.
Selain suaminya, ia pun kerap bertanya kepada tetangganya mengenai tatacara pendaftaran sekolah.
"Saya pasti andalkan suami saya, karena saya enggak paham. Kalau enggak saya nanya tetangga minta dibantu," kata dia.
Menurutnya, berbagai tahapan yang harus dilalui daam proses pendaftaran membuatnya bingung.
Selain Siti Fathonah, Maefudah (47) juga mengaku belum paham mengenai tatacara pendaftran online.
Padahal dirinya akan segera mendaftarkan anaknya ke Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Disebutkannya, ia selalu meminta bantuan dari temannya yang juga sama-sama hendak mendaftarkan sekolah anaknya.
"Gaptek saya, enggak ngerti soalnya apa-apa minta bantu teman, dia yang bantu urusin," kata Maefudah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/penguman-kelulusan-siswa-kelas-6-sdn-warakas-tanjung-priok-jakarta-utara.jpg)