Keluarga Merasakan Hal yang Berbeda saat Lebaran 2019 Tanpa Kehadiran Reyhan
Bibi Reyhan juga merasa kehilangan keponakannya yang sering mengantre untuk mendapatkan uang THR.
Penulis: Lita Febriani | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Kepergian Muhammad Reyhan Fajari (16) dalam aksi 22 Mei membuat keluarga merasa kehilangan.
Terlebih lebaran kali ini, keluarga merasa ada yang kurang tanpa kehadiran Reyhan yang terkenal pendiam namun juga jahil.
"Memang ada yang janggal, karena ya biasa dia yang bikin ramai," ungkap Agus Salim, ayah almarhum Reyhan saat ditemui TribunJakarta.com dikediamannya di Jalan Petamburan V, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).
Tak hanya ayah, ibu, kakak dan adik Reyhan saja yang merasa kehilangan.
Bibi Reyhan juga merasa kehilangan keponakannya yang sering mengantre untuk mendapatkan uang THR.
"Biasa kalau lebaran bibinya suka bagi-bagi THR. Reyhan tuh kalau ngantri THR tiga kali ngantre. Waktu kemaren bibinya yang ngerasa kehilangan," tutur Agus sembari menghela napas.
• SDN Gedong 03 Wajibkan Orang Tua Buat Surat Pernyataan Jika Registrasi Dibantu Pihak Sekolah
Kejadian yang menimpa anaknya sudah dianggap takdir dari Yang Maha Kuasa oleh Agus.
Ia dan keluarga ikhlas menerima dan menyerahkan penyelidikan kepada pihak Kepolisian.
"Tapi memang takdirnya dia di sana. Kita semua juga akan kembali ke Yang Maha Kuasa. Kita sudah ikhlas. Gak ada tuntutan kemana pun, kita serahin kepada yang berwajib," tambah Agus Salim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/agus-salim-ayah-almarhum-muhammad-reyhan-fajari-saat-menunjukkan-foto-foto.jpg)