UMN Jadi PTS Pertama di Indonesia yang Buka Program Magister Manajemen Teknologi
Universitas Multimedia Nusantara (UMN) membuka program magister atau S2 jurusan Magister Manajemen Teknologi (MMT).
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Universitas Multimedia Nusantara (UMN) membuka program magister atau S2 jurusan Magister Manajemen Teknologi (MMT).
Jurusan yang mengawinkan dua jurusan yang berbeda yakni bisnis dan IT tersebut pertama kali hadir di Indonesia untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sedangkan untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) baru ada di ITS.
Jurusan MMT sendiri merupakan program magister pertama UMN yang akan dijalankan pertengahan tahun 2019.
Rektor UMN, Ninok Leksono mengatakan, sebagai lembaga pendidikan tinggi, UMN ingin terus maju mengikuti derap kemajuan teknologi dan industri yang membuka bidang-bidang baru, seperti Big Data, Artificial Intelligence dan Internet of Things (IoT).
"Bidang baru (MMT) harus dikuasai oleh para pelaku bisnis. Mengingat kerumitannya dan adanya tuntutan wawasan yang memadai. Jadi ini memang gabungan dua prodi, karena UMN unggul di bidang teknologi yang menjadi pilar peradapan modern yakni teknologi informasi dan komunikasi," jelas Ninok dihadapan awak media, Kamis (13/6/2019).
Lanjut Ninok, hal ini dilakukan oleh UMN untuk memperluas kesempatan generasi muda dalam mengecap pendidikan.
Dalam program magister ini, lanjutnya, mahasiswa akan ditekankan untuk dapat melakukan problem solving secara cepat dan akurat, juga dapat melahirkan ide-ide kreatif di era digital ini.
"Mahasiswa secara berkelompok aktif menyesaikan berbagai macam tugas dalam bentuk pemecahan masalah dan mahasiswa juga dituntut berfikir kreatif," ucap Ninok.
Menurut Ninok cetakan lulusan MMT di UMN akan menjadi praktisi dibidang ICT-Based Business Specialists and Technology Strategists,Business Development Managers dan Technology Innovator and Start-Up Entrepreneur.
Sebagai ilmu terapan, materi perkuliahan MMT UMN dikembangkan melalui kolaborasi dengan industri dan berbasis proyek.
Materi tersebut memiliki total bobot SKS sebanyak 36 SKS dan dapat ditempuh dalam waktu satu tahun atau dalam waktu tiga semester.
Sementara, Florentina Kurniasari selaku Koordinator Program MMT UMN mengatakan, program yang ia bawahi tersebut memiliki berbagai keunggulan berbasis bisnis teknologi.
• Konferensi Perdamaian: Vatikan Dukung Alumni Cipayung, Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadir di Jakarta
• Dapat Hibah 16.875 Euro dari DAAD, Belasan Mahasiswa Teknik UMN Studi Visit ke Jermam
Seperti kepemilikan business incubator Skystar Ventures, yang terakreditasi sebagai inkubator bisnis teknologi terbaik di Indonesia dari Kemenristek Dikti sejak 2016 dan anggota dari Global Accelerator Network, Sillicon Valley.
"Kami memiliki business incubator yang akan mendampingi mahasiswa selama menjalankan bisnis start-up-nya. Kami juga menyediakan sarana prasarana yang lengkap, termasuk akses jurnal Internasional; Harvard Business Review, Emerald, EBSCO, dan lainnya," kata Florentina.
Ia menambahkan, sistem pengajaran MMT UMN berbasis teknologi dengan menggunakan metode collaborative learning dan blended learning.
"Nantinya, mahasiswa diberikan kebebasan dalam menentukan penulisan laporan tugas akhir dalam bentuk thesis, termasuk memberikan rekomendasi manajerial, atau melakukan new venture project," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/rektor-universitas-multimedia-nusantara-umn-ninok-leksono-kamis-1362019.jpg)