Hati-hati! Jalan Raya Serpong Bikin Organ Vital Pria Ini Bengkak
Supriatna, warga Ciputat harus merasakan sakit di kemaluannya setelah melintasi Jalan Raya Serpong, tepatnya di bagian depan kantor BPS, Setu, Tangsel
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Supriatna, warga Ciputat harus merasakan sakit di kemaluannya setelah melintasi Jalan Raya Serpong, tepatnya di bagian depan kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Setu, Tangerang Selatan (Tangsel).
Pasalnya, organ vital Supriatna bengkak karena terbentur jok motor ketika menabrak beberapa lubang jalan.
Supriatna mengendarai skuter matic untuk beraktivitas sehari-hari.
Supriatna bercerita, saat itu H-2 lebaran, ia melintas dari arah perempatan Muncul menuju arah Serpong.
Ia menggeber kuda besinya dengan kecepatan tinggi.
"Namanya jalan besar kan, kita ngebut. Eh di tengah-tengah banyak banget lubang. Kalo saya ngerem, jatoh, lanjut aja, eh anu saya sakit," ujar Supriatna kepada TribunJakarta.com.
Supriatna mengaku, rasa ngilu yang dirasakannya seketika menabrak beberapa lubang jalan, baru hilang tiga hari kemudian.
Tidak hanya ngilu, organ di bawah kemaluannya itu bengkak.
Ia menceritakan, sudah berupaya mengobatinya dengan cara diurut dan berobat ke RSU Tangsel.
"Sudah, sudah diurut dua kali. Makanya sudah agak mendingan. Berobat ke dokter juga sudah, ke RSU," ujarnya.
Saat ini ia sedang mengonsumsi obat dari dokter untuk pereda nyeri dan pengempis bengkaknya.
Pria lima anak itu akan kembali ke RSU Tangsel untuk USG memeriksa kondisi buah zakarnya.
Ia berharap Jalan Raya Serpong bisa segera diperbaiki.
Bagi Supriatna, cukup dirinya yang terakhir menjadi korban kondisi jalan yang rusak itu.
Supriatna menekankan peran Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Banten, karena jalan tersebut merupakan jalur provinsi.
"Ya kondisinya juga bahaya. Lubang itu dalem-dalem dan banyak. Posisinya juga ada yang di pinggir, ada juga yang di tengah. Bahaya banget dah," ujarnya.
Jalan Raya Serpong sepanjang Muncul hingga Taman Tekno memang cukup lebar. Terlebih di beberapa waktu tertentu, jalan itu sepi.
Tapi pengendara harus berhati-hati karena banyak lubang bahkan di bagian tengah jalan.
Sebelumnya TribunJakarta.com juga sempat memberita kecelakaan tunggal pesepeda motor di bagian jalan yang sama, menyebabkan korban meninggal dunia.
Pantauan Minggu (16/6/2019), lubang di jalan tersbeut sebagian sudah ditambal aspal.
• Sang Ayah Emosi Gara-gara Ujung Kemaluan Anaknya Kena Potong Saat Khitan
• Keluarga Lapor Polisi Setelah Ujung Kemaluan Bocah 3 SD di Pekalongan Kena Potong Saat Khitan
Namun permukaannya tidak rata dan tetap saja membuat kendaraan sepeda motor berguncang saat melintas.
Tini, penjual minum di pinggiran Jalan Raya Serpong, mengatakan jalan tersebut memang sering memakan korban.
Tini mengungkapkan, halan itu seperti rusak permanen, karena sering diperbaiki tapi tidak lama kembali lagi seperti semula.
"Sering ini dibenerin. Tapi ya gitu, rusak lagi rusak lagi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/plang-jalan-raya-serpong-setu-tangerang-selatan-minggu-1662019.jpg)