Mengenal Alpukat Cipedak, Alternatif Baru Menurunkan Kolesterol

Cipedak dikenal sebagai wilayah paling ujung di Selatan Jakarta lantaran lokasinya yang berbatasan dengan Kota Depok.

TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali saat menaiki delman dan menunjukkan buah alpukat petikannya di RW 09 Cipedak 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Cipedak dikenal sebagai wilayah paling ujung di Selatan Jakarta lantaran lokasinya yang berbatasan dengan Kota Depok.

Namun, bukan hanya dikenal lewat letak geografisnya, Cipedak juga memiliki potensi kuliner. Yang paling menonjol adalah alpukat Cipedak.

Pantauan TribunJakarta.com, Minggu (16/6/2019), buah itu tumbuh subur di sejumlah halaman warga RW 09 Cipedak.

Jazuri, salah satu pembudidaya alpukat Cipedak, menceritakan bagaimana buah tersebut bisa tumbuh subur di wilayahnya.

"Ini sebetulnya dari jaman saya kecil nih alpukat sudah ada disini. Yang sekarang ini adalah generasi ketiga, karena generasi pertama dan kedua sudah gak ada, sudah mati," ujar Jazuri.

"Alhamdulillah masih ada satu pohon dari generasi ketiga yang kita selamatkan, yang sekarang 25 tahun usianya," tambah dia.

Dari pohon itulah, ia bersama warga lain mencoba untuk mengembangkannya, termasuk bekerja sama dengan Dinas Pertanian.

Berdasarkan hasil penelitian, ia pun mengetahui perbedaan alpukat Cipedak dengan alpukat jenis lainnya.

"Kita coba bandingkan. Ternyata memang ditemukan keunggulan pohon alpukat kita tidak disukai ulat," jelasnya.

Di sisi lain, sambungnya, alpukat Cipedak memiliki kandungan vitamin C dan F yang sangat tinggi, yakni 52 Mg.

Dengan begitu, ia mengatakan jika alpukat Cipedak bisa menjadi alternatif untuk menurunkan kolesterol.

"Kalau alpukat yang lain kan manfaatnya umum, buat perawatan kulit segala macam," ucapnya.

Pohon alpukat Cipedak biasanya panen setiap dua sampai tiga tahun sekali.

Jazuri menyebut, setiap kali panen, pohon alpukat Cipedak dapat menghasilkan hingga 50-100 buah.

Soal perawatan, Jazuri menerangkan, pohon alpukat Cipedak hanya butuh diberikan pupuk kandang setahun sekali.

Namun, setiap harinya pohon perlu disiram dengan air cucian beras guna menghilangkan hama kutu dan semut.

"Habis itu kita tinggal uncang-uncang kaki, ngerokok, tidur, tahu-tahu sudah berbuah. Pohon saya itu sekarang sudah tinggian dia daripada saya," pungkas Jazuri.

Resmi Jadi Kampung Alpukat

Wilayah Cipedak yang terletak di Jagakarsa, Jakarta Selatan, resmi dinobatkan sebagai kampung alpukat.

Peresmian itu dilakukan oleh Wali Kota Jakarta Selatan, yang sekaligus membuka Gebyar Festival Budaya Betawi di RW 09 Cipedak, Minggu (16/6/2019).

Setelah dikenal lantaran kekhasan alpukatnya, wilayah Cipedak kini diwacanakan untuk masuk dalam Perkampungan Budaya Betawi (PBB).

"Sebenarnya Cipedak ini masuk dalam perencanaan perkampungan budaya betawi, sampai ujung sana," kata Marullah dengan gestur menunjuk.

"Perencanaannya sampai 289 hektar. Nanti PBB dari Setu Babakan sana sampai RW 09 (Cipedak) ini. Jadi ini akan masuk dalam kawasan kampung betawi," tambahnya.

Namun sebelum itu, ia terlebih dulu memberikan tantangan kepada Ketua RW setempat.

Tantangannya adalah menjadikan festival ini masuk dalam rangkaian acara ulang tahun DKI Jakarta.

"Perjuangan agar festival ini bisa masuk. Ini punya ciri khas lho, ciri khasnya ada di alpukat itu. Nanti masyarakat akan melihat bahwa ini bukan festival biasa," tutur Marullah.

Cicip Alpukat

Seusai membuka Gebyar Festival Budaya Betawi, Cipedak Kampung Alpukat, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali langsung menaiki sebuah delman.

Bersama sang kusir, ia menuju salah satu rumah warga di RT 006/RW 09 No 3 yang memiliki pohon alpukat.

Perjalanan menggunakan delman memakan waktu 10 menit, mengingat jarak antara lokasi acara festival dengan rumah warga sekitar 2 Km.

Sesampainya di rumah warga, Marullah didampingi Camat dan Ketua RW setempat memetik buah alpukat dari pohon yang sedang panen.

Lebih dari 10 alpukat dipetiknya menggunakan gunting, sebelum dilanjutkan dengan galah.

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali saat menaiki delman dan menunjukkan buah alpukat petikannya di RW 09 Cipedak
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali saat menaiki delman dan menunjukkan buah alpukat petikannya di RW 09 Cipedak (TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim)

Setelahnya, ia beserta sang istri Komariah Marullah mencicipi sepotong alpukat yang baru dipetik.

"Enak sekali, ini beda dari yang lain," tutur Marullah usai mencoba alpukat tersebut.

"Legit, manis, warnanya kuning cerah, bagus," timpal Komariah.

Karena kekhasannya itu, Marullah pun berharap alpukat dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Cipedak.

"Ini festival di mana masyarakat bisa mendapatkan alpukat yang paling enak," ucapnya.

Wali Kota Jakarta Selatan Sudah Tanam 4.620 Pohon Alpukat

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali saat menaiki delman dan menunjukkan buah alpukat petikannya di RW 09 Cipedak
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali saat menaiki delman dan menunjukkan buah alpukat petikannya di RW 09 Cipedak (TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim)

 Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan telah menanam lebih dari empat ribu pohon alpukat di wilayahnya.

Hal itu disampaikan Marullah saat membuka Gebyar Festival Budaya Betawi, Cipedak Kampung Alpukat, di RW 09 Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (16/6/2019).

"Sejak festival yang tahun kemarin, saya sudah sosialisasikan. Kita sudah tanam 4.620 pohon alpukat di wilayah Jakarta Selatan ini," ujar Marullah.

Ia menjelaskan, 4.620 pohon alpukat itu tersebar di seluruh kantor kelurahan.

"Masing-masing kantor kelurahan itu kurang lebih ada 60-70 pohon," katanya.

Gebyar Festival Budaya Betawi, Wali Kota Jaksel Nobatkan Cipedak Jadi Kampung Alpukat

Cegah Risiko Jantung, Ini 10 Khasiat Alpukat untuk Ibu Hamil Lengkap dengan Resep Memasaknya

Meski begitu, Marullah menganggap angka itu bukanlah jumlah yang banyak.

Tapi, sambungnya, paling tidak ia merasa sudah turut serta mempopulerkan buah alpukat Cipedak di Jakarta Selatan.

"Jumat kemarin (14 Juni 2019), saya juga 'jualan'. Dalam artian saya sampaikan ke Pak Gubernur (Anies Baswedan) kalau alpukat ini beda dari yang lain," tutur Marullah.

Buka Gebyar Festival Budaya Betawi

Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali menyerahkan pohon Alpukat Cipedak kepada para camat dan lurah di Kantor Walikota Jakarta Selatan pada Kamis (7/2/2019).
Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali menyerahkan pohon Alpukat Cipedak kepada para camat dan lurah di Kantor Walikota Jakarta Selatan pada Kamis (7/2/2019). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali membuka Gebyar Festival Budaya Betawi, Cipedak Kampung Alpukat di RW 09 Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (16/6/2019).

Marullah tiba di Cipedak sekitar pukul 09.18 bersama istrinya, Komariah Marullah.

Kedatangannya keduanya kemudian disambut oleh Tari Kinang Kilaras binaan Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Marullah pun terlihat serius memperhatikan tarian yang dibawakan oleh lima penari tersebut.

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali saat membuka Gebyar Festival Budaya Betawi, Cipedak Kampung Alpukat di RW 09 Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (16/6/2019).
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali saat membuka Gebyar Festival Budaya Betawi, Cipedak Kampung Alpukat di RW 09 Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (16/6/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim)

Setelah tarian selesai, Marullah dan istri memberikan tepuk tangan sebagai tanda apresiasi.

Beberapa menit kemudian, Marullah memberikan sambutan sekaligus membuka festival ini.

"Dengan mengucap Bismillah, Gebyar Festival Budaya Betawi, Cipedak Kampung Alpukat, resmi dibuka," kata Marullah.

"Sekarang kita nobatkan Cipedak sebagai kampung alpukat," tambah dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved