Pilpres 2019

Usai Berorasi, Massa Aksi Kawal Sidang Sengketa Pilpres 2019 Bubarkan Diri

Usai berorasi di kawasan patung kuda, massa aksi yang mengawal sidang lanjutan sengketa Pilpres 2019 atauPHPU di MK membubarkan diri.

Usai Berorasi, Massa Aksi Kawal Sidang Sengketa Pilpres 2019 Bubarkan Diri
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Sejumlah massa aksi terlihat mulai membubarkan diri dari kawasan patung kuda di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Usai berorasi di kawasan patung kuda, massa aksi yang mengawal sidang lanjutan sengketa Pilpres 2019 atau Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) membubarkan diri.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, massa aksi mulai meninggalkan kawasan patung kuda sekira pukul 16.00 WIB.

Mereka satu per satu meninggalkan lokasi aksi demo dengan tertib sambil mengumpulkan sejumlah sampah yang berserakan di Jalan Medan Merdeka Barat.

Sejumlah petugas kepolisian pun tampak berjaga di sekitar simpang bundaran patung kuda guna memastikan arus lalu lintas di kawasan tersebut tetap lancar terkendali.

Koordinator aksi Abdullah Hehamahua menyebut, pihaknya tak akan berhenti sampai disini, ia mengatakan akan tetap mengawal sidang sengketa Pilpres sampai sidang putusan nanti.

"Kalau ada (sidang) ya kami aksi lagi, kami akan terus menggelar aksi sampai tanggal 28 atau sampai selesai putusan," ucapnya kepada awak media, Selasa (18/6/2019).

Jubir MK Sebut Saksi yang Bisa Dihadirkan dalam Sidang PHPU Sebanyak 15 Orang dan Dua Ahli

Usai Salat Zuhur, Massa Aksi Gelar Orasi di Patung Kuda

Meski akan terus menggelar aksi massa hingga sidang sengketa Pilpres usai, ia memastikan aksi yang dilakukan akan berlangsung damai dan tertib.

"Kami tidak melarang siapapun yang akan datang bergabung, yang terpenting tidak ada kerusuhan," ujarnya di kawasan patung kuda, Gambir, Jakarta Pusat.

"Saya sudah wanti-wanti kalau ada kerusuhan harus tangkap dan saya pastikancitu bukan dari kami, kami pastikan damai," tambahnya menjelaskan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved