Pilpres 2019

Ketua Iluni UI Minta Anggotanya Tak Bawa Nama Lembaga Dukung Pasangan Calon di Pilpres 2019

Hal tersebut dikarenakan, dari 500 ribu anggota Iluni UI terbentuk banyak komunitas, mulai dari komunitas olahraga hingga komunitas politik.

Ketua Iluni UI Minta Anggotanya Tak Bawa Nama Lembaga Dukung Pasangan Calon di Pilpres 2019
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Ketua Iluni UI Arief Budhy Hardono dijumpai wartawan di Balai Sidang Universitas Indonesia, Senin (24/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) Arief Budhy Hardono tak menampik banyak anggotanya yang ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2019.

Hal tersebut dikarenakan, dari 500 ribu anggota Iluni UI terbentuk banyak komunitas, mulai dari komunitas olahraga hingga komunitas politik.

Menurut Arief, ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi merupakan hak pribadi anggotanya dalam menyampaikan pendapat.

Namun, Arief mengimbau agar seluruh anggota Iluni UI yang berpartisipasi menjadi relawan, simpatisan, agar mendukung salah satu Paslon Presiden 2019 menggunakan nama pribadinya.

"Seperti yang disampaikan pada bulan November 2018 silam, bahwa semua Iluni UI silahkan berkontestasi dan jadi relawannya asalkan bawa nama pribadi," ujar Arief usai menjadi pembicara di Forum Kebangsaan Universitas Indonesia bertajuk NKRI Sebagai Basis Kesatuan Ekonomi Dalam Menghadapi Ketidakpastian Global di Balai Sidang UI, Beji, Kota Depok, Senin (24/6/2019).

Arief menegaskan, dalam Pemilu 2019 Iluni UI menyatakan sikap netral dan mendukung semua alumninya dimanapun berasa.

"Iluni UI sebagai lembaga resmi akan netral dan mendukung semua alumni UI dimanapun berada. Jadi alumni UI selama masa demokrasi 2019 ini berada di semua pihak dan netral," ujar Arief.

Terakhir, Arief mengatakan bila ada pihak yang mengatasnamakan Iluni UI dalam menyuarakan pilihannya di Pemilu 2019 maka hal tersebut melanggar kaidah dan hukum yang berlaku.

"Kalau bawa nama Iluni UI itu berlawanan dengan kaidah dan hukum, karena setiap pengambilan keputusan kami akan melalui proses yang akan dikaji cukup panjang," pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved