Penyelundupan Sabu 15 Kg dari Pontianak dan Celah di Pelabuhan
Alhasil, mobil berpelat nomor KB 1128 AR itu bebas masuk dan keluar pelabuhan tanpa pihak pelabuhan mengetahui ada sabu di dalamnya.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Penyelundupan 15 kilogram sabu lewat jalur laut yang diungkap Polres Metro Jakarta Utara tak terlepas dari pengawasan di Pelabuhan Marunda Center pada perbatasan Cilincing, Jakarta Utara dan Tarumajaya, Bekasi.
15 Kilogram sabu tersebut diselundupkan para pengedar di dalam jok mobil dari Pontianak menuju Jakarta lewat pelabuhan itu.
Meski berhasil diungkap pihak kepolisian, kurang maksimalnya pengawasan di pelabuhan membuat penyelundup memanfaatkan celah.
Alhasil, mobil berpelat nomor KB 1128 AR itu bebas masuk dan keluar pelabuhan tanpa pihak pelabuhan mengetahui ada sabu di dalamnya.
Sebelum diungkap polisi, mobil itu sempat dipesan oleh salah satu tersangka kepada petugas ekspedisi untuk diantarkan.
Petugas ekspedisi itu pun sama sekali tak mengetahui sabu di dalam jok mobil sebelum polisi memberitahunya.
"Ekspedisi itu pengiriman jalur laut menggunakan kapal ya di sana. Ya nanti keluar masuknya kan dari ekspedisi sana tidak mengetahui (ada sabu) ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (24/6/2019).
Menurut Argo, selama data terkait pengiriman mobil itu lengkap, petugas pelabuhan maupun ekspedisi tidak memeriksa secara detil soal kondisi mobil.
"Ini kan mobil yang penting datanya lengkap, dia bisa keluar," ucap Argo.
Keberadaan sabu itu berhasil diendus Satuan Reserse Narkoba Jakarta Utara melalui penyelidikan dan pengembangan terhadap jaringan asal Pontianak itu selama beberapa waktu.
Dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Aldo Ferdian, polisi kemudian menggalkan penyelundupan barang haram yang rencananya akan diedarkan di Jakarta itu.
Argo menilai, minimnya pengawasan terhadap mobil tersebut di pelabuhan lantaran asal pengirimannya yang masih dari kawasan Indonesia.
Pengawasan lebih ketat, lanjut Argo, masih cenderung dilakukan terhadap pengiriman dari luar negeri.
"Nanti kita akan tetap komunikasi dengan pihak dari pelabuhan, karena ini kan antara internal Indonesia ya, kecuali dari Luar Negeri masuk baru lebih ketat lagi," kata Argo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/sabu-disimpan-di-jok-mobil.jpg)