Pilpres 2019

Beri Pujian kepada Keponakan Jadi Saksi 02, Mahfud MD Sebut Materi Kesaksian Mentah, Ini Analisisnya

Setelah memberikan pujiannya kepada sang keponakan, Mahfud MD justru sebut kesaksian kubu BPN Prabowo-Sandi itu mentah.

Beri Pujian kepada Keponakan Jadi Saksi 02, Mahfud MD Sebut Materi Kesaksian Mentah, Ini Analisisnya
Kompas.com
Mahfud MD 

Kok mengakses situng dari robot? Kamu aja bisa dan boleh mengaksesnya," jelas Mahfud MD.

Tak hanya itu, Mahfud MD mengutarakan, permasalahan kedua mengenai tiga hal yang dianggap mentah olehnya.

Ramalan Zodiak Cinta Selasa 25 Juni 2019, Taurus Bermasalah, Cancer Harus Jujur, Libra Berinisiatif

Pendaftar SBMPTN 2019 Ratusan Ribu, Ini Penyebab Nilai UTBK Tinggi Bisa Kalah di Jurusan yang Sama

"Waktu itu saya ikut pelatihan dan diberi tahu bahwa dalam demokrasi itu curang merupakan hal biasa. Bilang begitu kan udah ada banyak di buku-buku.

Kecurangan itu biasa terjadi asal tak melatih orang untuk curang dan apa yang disampaikan di buku tersebut hanya bercerita. Kedua, mengenai bilang pejabat. Ketiga, TKN disebut mengajurkan golput," papar Mahfud MD.

Mahfud MD
Mahfud MD (YouTube/Tv One)

Menurut Mahfud MD, pihak TKN Jokowi-Maruf Amin justru berkampanye agar masyarakat tak golput karena berdasarkan hasil survei anak milenials tak akan memilih di pemilu 2019.

"Saat di survei tersebut mereka ditanya capres nomor urut berapa yang dipilih? mereka banyak bilang Jokowi. Untuk itu rugi Jokowi kalau misalnya warga golput, Jokowi pun berkampanye," beber Mahfud MD.

Analisis Refly Harun Sebut Hasil Sengketa Pilpres 2019 Sudah Ketahuan, Ini Penjelasannya

PA 212 Bakal Gelar Aksi di MK Sebagai Gerakan Keagamaan, Begini Reaksi BPN, Istana dan MK

Dengan berbagai kesaksian Hairul Anas di sidang MK yang dinilai mentah itu, Mahfud MD kembali memujinya.

"Ya tapi enggak apa-apa saya senang keponakan saya pintar dan berani biar jadi politikus besar suatu saat nanti," ucap Mahfud MD.

Sebelumnya, Mahfud MD dilain kesempatan juga menyatakan, materi yang dihadirkan oleh tim BPN belum membuktikan adanya kecurangan TSM tersebut.

"Persoalan kecurangan tsm, itu juga dalam catatan saya tidak ada yang secara langsung bisa secara dibuktikan oleh pemohon. Semuanya laporan atau indikasi kecurangan tetapi berapa dan dimananya, siapa yamg melakukan langsung kecurangan yang berpengaruh dalam jalannya pemilu, tidak terbuktikan," tutur Mahfud MD.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (Repro YouTube TV One)
Halaman
123
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved