Kasus DBD di Bekasi Melonjak dalam Lima Bulan Ratusan Warga Terjangkit

Penyebabnya karena perubahan cuaca dan kurangnya kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Kasus DBD di Bekasi Melonjak dalam Lima Bulan Ratusan Warga Terjangkit
Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bekasi melonjak drastis di tahun 2019.

Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat dari Januari hingga Mei saja, sudah ada 610 orang yang menderita penyakit tersebut.

Jumlah ini tentu meningkat drastis dibanding jumlah kasus yang sama di tahun 2018.

Dari Januari hingga Desember, jumlah penderita DBD mencapai 629 orang.

"Pada bulan Maret terdapat kasus kematian sebanyak dua orang akibat DBD, sedangkan pada Januari, Februari, April dan Mei tidak ada," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bekasi, Dezi Syukrawati, Selasa (25/6/2019).

Dezi menilai, peningkatan jumlah penderita DBD terjadi hampir diseluruh Indonesia.

Penyebabnya karena perubahan cuaca dan kurangnya kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Warga di Pasar Kemis Tangerang Dihebohkan Mayat Mengambang di Sungai Cadas

"Di Bekasi, kasus terbayak di Kecamatan Bekasi Utara, Jatiasih, dan Kecamatan Mustikajaya," jelas dia.

Dezi menambahkan, pihaknya terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran penyakit DBD.

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan menghimbau agar ketika hendak melakukan fogging atau pengasapan dapat berkoordinasi dengan Dinkes agar mekanismenya sesuai.

"Kami juga mendorong Puskesmas untuk berkordinasi dengan Lurah dan Camat sehingga bisa melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara berkala," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved