Keluhkan NIK Tidak Aktif, Ratusan Orangtua Siswa Serbu Posko Pelayanan PPDB Online 2019 di Jakut

Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kartu Keluarga (KK) masih menjadi kendala orangtua siswa mendaftarkan sekolah anaknya.

Keluhkan NIK Tidak Aktif, Ratusan Orangtua Siswa Serbu Posko Pelayanan PPDB Online 2019 di Jakut
TribunJakarta.com/Afriyani Garnis
Suasana Posko Posko Pelayanan PPDB Online 2019 Suku Dinas wilayah I dan II Kota Administrasi Jakarta Utara di SMAN 13 Jakarta, Selasa (25/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA  - Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kartu Keluarga (KK) masih menjadi kendala orangtua siswa mendaftarkan sekolah anaknya.

Tercatat, ratusan orangtua siswa Menyerbu  Suku Dinas wilayah I dan II Kota Administrasi Jakarta Utara di SMAN 13 Jakarta.

Mayoritas keluhannya perihal tidak aktifnya NIK, bahkan ada yang nomornya sama, namun nama identitas pemilik berbeda dan lain sebagainya.

Salah satu orangtua yang menyambangi posko PPDB ialah Vina (31) warga Koja.

Vina hendak mendaftarkan anak ke sekolah dasar namun terkendala NIK yang belum aktif.

Ia menceritakan, kendala yang dialaminya hanyalah perihal NIK saja. Sementara persyaratan lainnya sudah lengkap.

"Saya mau daftarkan anak saya SD tapi sampai sekolah, enggak bisa katanya NIK nya belum aktif," kata dia saat ditemui, Selasa (25/6/2019).

Dilanda Kebingungan Usai Pensiun Dini, Pegawai Ini Bakal Rindu Momen Bekerja di Giant Ekspres

Ditabrak Motor Saat Bertugas, Sellha PPSU Viral Jalani Operasi Akibat Pendarahan Otak

Selain Jangan Berenang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Membuat Tato Pada Tubuh

Sebelum menyambangi posko Vina pun sebelumnya sudah menyambangi kelurahan menanyakan soal pengaktifan NIK tersebut.

"Jadi kemarin ke sekolah, lalu ke kelurahan, diberi tahu kesini, jadi Pendaftaran anak saya tertunda," terangnya.

Selain Vina, Kusmiati (40) warga Pademangan juga mengeluhkan hal yang sama.

Bahkan dirinya takut tak bisa mendaftarkan anaknya sekolah lagi pada hari ini karena serangkaian proses yang harus dilewatinya dulu.

"Tadi saya ke kelurahan, lalu disuruh kesini. Karena saya engga tahu jalan jadi agak lama. Khawatir juga tidak bisa selesai hari ini, karena sudah urus dari kemarin," keluhnya.

Penulis: Afriyani Garnis
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved