Kesalnya Anies Soal Pergub yang Diteken Ahok, Ini Penjelasannya Soal IMB di Pulau Reklamasi

Anies kembali singgung polemik penerbitan IMB di Pulau Reklamasi. Ia kesal dengan Pergub Ahok.

Kesalnya Anies Soal Pergub yang Diteken Ahok, Ini Penjelasannya Soal IMB di Pulau Reklamasi
Warta Kota/Henry Lopulalan - TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menyinggung polemik penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Pulau Reklamasi.

Anies hanya mencoba menyelesaikan masalah bangunan yang terlanjur berdiri sebelum bertugas memimpin Ibu kota.

Ia menyebut IMB hanya diberikan untuk bangunan-bangunan yang sudah terlanjur dibangun.

"Kemarin sempat dibilang kalau Pergub 206 tidak bisa membangun, dan mengeluarkan IMB. Begini, perlu kita paham bersama nih, ini sesuatu yang elementer," ucap Anies, Selasa (26/6/2019).

"Ada lahan, kemudian lahan reklamasi sudah jadi lahannya, kemudian bulan Oktober 2016 keluar pergub 206 2016 itu," imbuh Anies.

Pergub 206 tahun 2016 dikeluarkan di era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.

Menurut Anies penerbitan HGB mengacu pada Pergub era Ahok. Tanpa Pergub tersebut maka hak membangun di Pulau Reklamasi tak bisa bangunan didirikan.

"Saat itu belum ada HPL (Hak Pengelolaan Lahan). Lahan milik siapa, itu belum ada makanya belum ada IMB. Harus ada HPL dulu setelah ada HGB (Gak Guna Bangunan). HGB disusun berdasarkan Pergub 206. Kalau tidak ada Pergub 206, tidak bisa disusun HGB," jelasnya.

Pada kenyataannya, lanjut Anies, HPL dan HGB untuk mendirikan bangunan sudah ada sebelum ia memimpin Jakarta.

"Begitu ada HGB ada hak pembangunannya. Selama pembangunan sesuai dengan guna bangunan di situ dan sesuai rencana tata kota yaitu PRK, dari situ kemudian harus mengurus izin," kata dia.

Halaman
1234
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved