Abdullah Hehamahua: Satu Orang Peserta Sudah Keracunan

Abdullah, sapaannya, juga mengimbau kepada massa aksi agar menolak pemberian makanan dan minuman dari orang yang tak dikenal.

Abdullah Hehamahua: Satu Orang Peserta Sudah Keracunan
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Mobil komando yang dinaiki Korlap massa aksi, Abdullah Hehamahua, saat berorasi di dekat gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Koordinator Lapangan (Korlap) massa aksi, Abdullah Hehamahua, menyatakan satu orang peserta aksi mengalami keracunan makanan.

Abdullah, sapaannya, juga mengimbau kepada massa aksi agar menolak pemberian makanan dan minuman dari orang yang tak dikenal.

"Satu orang peserta sudah keracunan, kini ada di tenda medis. Kepada aksi massa, kalau dikasih makanan dan minuman oleh orang tidak dikenal, jangan diterima," seru Abdullah saat berorasi di atas mobil komando, dekat gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Dia melanjutkan, dirinya mengajak massa aksi agar tak jajan makanan dan minuman dari pedagang yang berada di lokasi.

"Jangan juga membeli makanan atau minuman dari pedagang yang ada di sekitar sini," seru Abdullah.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, saat para pedagang makanan dan minuman mendengar seruan Abdullah, mereka tampak tertegun.

TribunJakarta.com pun meminta tanggapan kepada sejumlah pedagan makan dan minum yang berada di kerumunan massa aksi, kawasan Jalan Medan Merdeka Barat.

Hakim MK Bacakan Putusan Sengketa Pilpres, Tim Hukum 02 Denny Indrayana Malah Begini di Ruang Sidang

Manto selaku pedagang sate, mengatakan bahwa orasi Abdullah biasa saja.

"Biasa saja sih. Mungkin maksudnya jangan beli makan sembarangan. Kan pedagang di sini bersih-bersih, segar semua bahan-bahan makanannya," kata Manto, di tempat dan waktu yang sama.

Sementara, pedagang minuman, Akbar, menyebut orasi Abdullah dapat membuat dirinya terbawa perasaan.

"Diam saya pas dengar tadi ada suara, jangan beli minuman di pedagang di sini. Saya takut tidak laku sama dipukulin tadinya. Mana ramai lagi. Cuma untungnya masih saja ada yang beli sih," ucap Akbar, yang berjualan minuman dengan menggunakan sepeda.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya mengatakan, polisi masih mengecek informasi yang menyebutkan seorang peserta aksi mengalami keracunan.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved