BNN: 80 Persen Pengedar Narkoba di Indonesia Merupakan Residivis

Tak hanya residivis, Arman menuturkan para penjahat kambuhan yang kebanyakan dicokok BNN merupakan narapidana

BNN: 80 Persen Pengedar Narkoba di Indonesia Merupakan Residivis
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari di Kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Jumat (28/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan tingkat peredaran narkoba di Indonesia masih mengkhawatirkan atau berstatus darurat narkoba.

Dari sekian banyak bandar narkoba yang diamankan BNN, lebih dari separuhnya pernah terlibat kasus penyalahgunaan narkotika.

"Banyak yang residivis, 80 persen dari yang kita amankan merupakan residivis," kata Arman di kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Jumat (28/6/2019).

Tak hanya residivis, Arman menuturkan para penjahat kambuhan yang kebanyakan dicokok BNN merupakan narapidana.

Kasus teranyar yakni HE yang diamankan pada Kamis (20/6/2019) di Rutan Kelas II B Pariaman, Sumatera Barat setelah bekerja sama dengan Ditjen Pas.

"Masih banyak yang diamankan di Lapas, artinya mereka residivis kan. Sudah ditahan tapi masih terlibat kasus serupa," ujarnya.

Robert Rene Albert Pusing Jelang Laga Persib Vs Bhayangkara: Kekecewaan dan Rencana Cadangan

Kepala BNN Komjen Heru Winarko mengatakan tingkat peredaran narkoba di Indonesia tinggi karena adanya suplai dan permintaan di masyarakat.

Tingginya permintaan masyarakat itu membuat jenis narkoba yang beredar di Indonesia sekarang ini kian beragam dan dipasok dari berbagai lini.

"Suplai dan demand ini yang kita harus kurangi dan tiadakan, ditekan. Jadi bukan hanya banyak tapi jenisnya makin beraneka," tutur Heru.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved