Pencuri Kambing Marak di Pondok Aren Jelang Idul Adha: Hewan Disembelih di Lokasi, Jeroan Ditinggal

Pencuri kambing marak berkeliaran mengincar hewan kurban yang siap dijual jelang Idul Adha.

Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kambing milik Masar (70) dan Hasan (36) di bilangan Palem Bintaro, Pondok Aren, Tangsel, Sabtu (29/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Pencuri kambing marak berkeliaran mengincar hewan kurban yang siap dijual jelang Idul Adha.

Salah satu korbannya adalah Masar (70) pemilik 16 kambing yang dipelihara di kandang di Palem Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).

Masar kaget saat menengok kandangnya dan beberapa kambingnya hilang pada Rabu (26/6/2019).

Ia malah melihat jeroan isi perut kambing yang masih segar.

Masar melihat empat jeroan kambingnya, namun yang hilang total enam kambing.

"Enam, empat yang dipotong di tempat," ujar Masar saat ditemui di kandang kambing miliknya itu, Sabtu (29/6/2019).

Kambing milik Masar (70) dan Hasan (36) di bilangan Palem Bintaro, Pondok Aren, Tangsel, Sabtu (29/6/2019).
Kambing milik Masar (70) dan Hasan (36) di bilangan Palem Bintaro, Pondok Aren, Tangsel, Sabtu (29/6/2019). (Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Hasan (36), pemilik kandang lainnya, juga kaget dengan kejadian itu.

Ia memperkirakan para pencuri itu beraksi sekira pukul 03.00 WIB.

"Kayanya mah jam tigaan," ujarnya.

Ia mengatakan, kambing yang dicuri itu jenis etawa yang memang sengaja ia beli untuk dijual kembali.

Ini Alasan Korban Pencurian yang Dilakukan Satu Keluarga Tak Laporkan Kasusnya ke Polisi

Gagalkan Pencurian di Rumahnya, Sebelum Meninggal Politisi PPP di Jambi Sempat Duel dengan Perampok

Hasan juga menceritakan, tidak jauh dari tempatnya, sekira sebulan lalu, ada juga kejadian serupa.

"Kemaren di Pondok Kacang tempo hari pernah juga lima kambing," ujarnya.

Hasan mengaku tidak melaporkan kejadian pencurian itu ke polisi karena takut kerepotan.

"Enggak lapor, entar ditanyain CCTV, enggak ada. Lagi panik kata tetangga enggak usah entar ribet lah, entar disuruh bayar lah," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved