Kendala yang Dihadapi SMAN 48 Selama Proses PPDB Hari Ini

Mulai Selasa (2/7/2019), Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tingkat SMA Jalur Non Zonasi Tahap I Umum mulai dibuka

Kendala yang Dihadapi SMAN 48 Selama Proses PPDB Hari Ini
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana PPDB Jalur Non Zonasi Tahap I Umum di SMAN 48 Jakarta, Makasar, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Mulai Selasa (2/7/2019), Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tingkat SMA Jalur Non Zonasi Tahap I Umum mulai dibuka.

Ada beberapa kendala yang hadapi SMAN 48 Jakarta pada hari pertama jalur non zonasi dibuka.

Diketahui sebelumnya SMAN 48 Jakarta yang terletak di Jalan Pinang Ranti II, Makasar, Jakarta Timur didatangi puluhan orang tua CPDB (Calon Peserta Didik Baru) yang rata-rata dari Luar DKI Jakarta untuk pendaftaran.

Jumlah ini cenderung sedikit dibandingkan jalur sebelumnya yang didatangi ratusan orang tua murid. Meskipun demikian, rupanya pihak SMAN 48 masih menemui kendala yang ada.

Hal ini diungkapkan oleh satu diantara panitia PPDB SMAN 48 Johan Junaedi. Ia menceritakan beberapa kendala selama hari pertama pembukaan PPDB Jalur Non Zonasi Tahap I Umum.

"Sejak pagi itu orang tua memang sudah datang. Namun ada saja yang ternyata sudah memiliki token tapi minta token baru. Untuk itu pihak panitia selalu bertanya apakah sudah ada token atau belum. Kurangnya pemahaman orang tua yang menjadi kendala utamanya. Sebab token itu berlaku untuk dijalur berikutnya ketika anaknya tergeser di sekolah sebelumnya," tuturnya, Selasa (2/7/2019).

Pelaku Pembunuhan Purnawirawan TNI AL Pernah Bekerja di Rumah Korban

Keluh Kesah Orang Tua Murid Soal PPDB Zonasi di Tangerang

Selain itu, beberapa kendala lainnya juga ada seperti kesalahan orang tua dalam pemilihan sekolah dan spekulasi dari siswa terkait hasil UN yang tinggi.

"Lalu ada juga tadi kendala lainnya. Seperti orang tua yang melapor kalau dia salah masukan data pemilihan sekolah. Di situ kan aturan 3 sekolah tujuan, dia baru pilih satu sudah di print out oleh abang warnet," katanya.

Sebab dia minta bantuan dari warnet. Kemudian ada juga yang baru mendaftar di jalur ini padahal orang DKI Jakarta. Mereka tidak gunakan peluang di zonasi umum karena merasa nilai UNnya tinggi," sambungnya.

Untuk itu, pihak panitia PPDB memberikan penjelasan dan pemahaman kepada para orang tua maupun siswa terkait proses PPDB.

Banyaknya jalur PPDB juga dijelaskan oleh panitia untuk menghundari miss komunikasi. Sebab menurut Johan sosialisasi melalui spanduk sudah dipasang H-14 sebelum PPDB Tingkat SMA di mulai.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved