Staf Ahli DPRD Halmahera Selatan Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Hotel di Bekasi

"Sekitar jam 9 pagi, temannya ingin mengajak sarapan dan menanyakan kepastian kembali ke Jakarta," kata Bambang kepada TribunJakarta.com.

Staf Ahli DPRD Halmahera Selatan Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Hotel di Bekasi
Polres Metro Bekasi Kota
Polisi saat melakukan evakuasi terhadap jasad Junaidy, Staf Ahli DPRD Halmahera Selatan, ditemukan meninggal dunia di Hotel Santika BekasI 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Junady, staf ahli DPRD Halmahera Selatan, Maluku Utara, tewas di sebuah kamar hotel di Kota Bekasi, Selasa (2/7/2019).

Kapolsek Bekasi Selatan Komisaris Polisi Bambang, mengatakan, kejadian bermula ketika rekan satu rombongan Junaidy berusaha menghubungi namun tidak mendapatkan respon.

"Sekitar jam 9 pagi, temannya ingin mengajak sarapan dan menanyakan kepastian kembali ke Jakarta," kata Bambang kepada TribunJakarta.com.

Rekan-rekannya kemudian berusaha mendatangi kamar Junaidy menginap. Namun yang bersangkutan tidak kunjung keluar dan merespon saat pintu diketuk.

"Temannya lalu meminta petugas hotel untuk meminta dibukakan pintu, karena selama digedor pintunya, sama ditelepon yang bersangkutan tidak ada respon," ucapnya.

Setelah berhasil dibuka, Junaidy telah meninggal dengan posisi terlungkup di lantai tanpa baju dan hanya bercelana pendek.

"Kondisinya sudah meninggal dunia karena sakit jantung, tidak ada luka pada bagian tubuhnya, hanya ada darah yang keluar dari hidung," ujar Bambang.

Bambang menambahkan, Junaidy bersama 14 orang rombongan dari DPRD Kabupaten Halmahera Selatan berada di Kota Bekasi dalam rangka studi banding.

Viral di Media Sosial, Penumpang Bayar Pakai 1 Kilogram Beras ke Driver Go-Jek

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Setuju PNS Pakai Jersey Persija Jakarta

Perempuan Pelepas Anjing di Masjid Sejak Tahun Lalu Tidak Mau Dirawat di RSJ

Keberadaan mereka di Kota Bekasi sejak, Minggu 30 Juni 2019 dan melakukan beberapa kegiatan dalam rangka studi banding.

"Jadi korban diduga terkena serangan jantung, dia memang punya riwayat sakit jantung, di tasnya juga didapati ada obat," paparnya.

Adapun pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jenazah Junaidy kemudian dibawa ke RSUD Kota Bekasi. Namun ketika hendak dirujuk untuk diautopsi, pihak keluarga menolak dan memilih membawa jenazah ke kampung halamannya.

"Tadinya mau kita otopsi di RS Polri Kramat Jati, tapi pihak keluarga menolak, saat ini jenazahnya sudah diterbangkan ke kampung halaman," tandasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved