Breaking News:

Warga Rusun Komarudin Ungkap Soal Tunggakan Siluman dari Pengelola Rusun

Sitanggang, satu diantara penghuni Rusun Komarudin Blok F mengatakan dirinya hampir terkecoh oleh tunggakan siluman tersebut.

TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana di Rusun Komarudin, Jalan P Komarudin 2, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Warga Rumah Susun (Rusun) Komarudin, Jalan P Komarudin 2, Cakung, Jakarta Timur mengungkapkan adanya tunggakan siluman yang terjadi.

Mahalnya biaya sewa perunit dan biaya air bersih di Rusun Komarudin membuat beberapa warga yang telat membayar melebihi tanggal 20 setiap bulannya, akan diberikan denda keterlambatan.

Rupanya hal ini dimanfaatkan oleh beberapa pengelola rusun yang tidak bertanggung jawab.

Diketahui, Rusun Komarudin berada dalam pengelolaan Rusun Pulogebang

Tunggakan siluman ini pada awalnya berupa surat edaran tagihan denda dari pengelola rusun yang diberikan langsung ke warga.

Warga Rusun Komarudin Keluhkan Harga Air Yang Mahal: Airnya Bau Besi

Sitanggang, satu diantara penghuni Rusun Komarudin Blok F mengatakan dirinya hampir terkecoh oleh tunggakan siluman tersebut.

"Saya sudah tinggal di sini sejak 2014 dan rajin bayar biaya sewa rusun dan air. Pas Agustus sampai Desember 2018 saya dikirimin surat edaran, belum bayar denda dengan total Rp 3,5 juta. Padahal secara logika kalau belum bayar denda, pas Januari 2019 saya enggak bisa bayar bulan itu," ungkapnya, Selasa (2/7/2019).

Menanggapi hal tersebut, ia bersama istrinya yang enggan disebutkan namanya langsung pergi ke Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI Jakarta untuk mencetak rekening koran dari Bank DKI.

Begitu sampai, Sitanggang dinyatakan sudah melunasi biaya rusun tiap bulannya tanpa adanya denda.

"Jelas-jelas dinyatakan enggak ada denda kok. Makanya pas ada dua orang dari Pengelola Rusun langsung kata bapaknya dengerin dulu mereka ngomong itu. Setelah itu baru kita tunjukan bukti tadi, mereka langsung pergi gitu aja. Jadi triknya ketika ada denda mereka minta dibayar melalui pengelola aja, ibarat dititip gitu. Banyak juga warga yang tertipu, kalau mereka enggak cek seperti saya dulu," sambungnya.

Untuk itu, Sitanggang berharap penuh pada Pemprov DKI Jakarta untuk menindak lanjuti hal ini. Ia tidak ingin warga lain yang jujur bayar setiap bulannya justru tertipu pada permainan kotor pengelola rusun.

Ia juga berharap agar Pemprov DKI Jakarta cepat mengusut kasus ini akan warga bisa kembali tenang, tanpa resah adanya surat edaran tunggakan siluman

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved