Cegah Longsor Susulan, Tebing Di Jalan Kramat Oyar Setu Diturap Sementara

Pemasangan turap sementara berupa bronjong ini sudah dilakukan sejak kemarin Selasa (2/7/2019).

Cegah Longsor Susulan, Tebing Di Jalan Kramat Oyar Setu Diturap Sementara
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Pemasangan turap sementara berupa bronjong di Jalan Kramat Oyar Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Cegah longsor susulan Pemerintah Kota Adiministrasi Jakarta Timur bangun turap sementara di Jalan Kramat Oyar RT 6/4 Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur.

Pemasangan turap sementara berupa bronjong ini sudah dilakukan sejak kemarin Selasa (2/7/2019).

Satuan pelaksana Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Cipayung  Syarifudin menuturkan poses pengerjaan ditargetkan akan kelar dalam satu minggu mendatang.

"Ini ada 13 personil yang diterjunkan. Nantinya kita akan turap sementara dulu dengan pemasangan bronjong di titik rawan longsor. Sebab kondisi tanah juga sudah mulai terkikis jadi kita harus kerja cepat. InsyaAllah dalam seminggu sudah kelar," katanya, Rabu (3/7/2019).

Periksa Galih Ginanjar Hari Jumat, Polisi Sebut Tak Tutup Kemungkinan Pablo dan Rey Jadi Tersangka

Nantinya bronjong akan diletakan di sisi tebing sepanjang 10 meter dengan kedalaman 5 meter. Turap sementara ini merupakan langkah awal sebelum dibangunnya turap permanen dengan bahan beton.

Sementara itu, Lurah Setu Jenuri mengucapkan terima kasih karena pihak Pemkot segera menindak lanjuti aduannya terkait lokasi rawan longsor di Kelurahan Setu.

"Saya sudah bertemu Pak Wali Rabu (26/6/2019) lalu. Kata dia itu yang longsor sebelah mana. Saya jelaskan dan alhamdulillah sejak kemarin, Rabu (2/7/2019) sudah mulai dikerjakan dengan pemasangan bronjong. Pihak kita hanya monitoring saja," ucap dia.

Sebelumnya pada Rabu (19/6/2019) lalu, TribunJakarta.com pernah memberitakan kondisi di lokasi tersebut.

Jalan yang mengarah ke Ujung Aspal, Jawa Barat itu terlihat memprihatinkan dengan kondisi pagar batas bambu yang ambrol dan lapuk.

Kemudian pada bagian tebing juga rawan longsor dan penuh sampah.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved