Melawan Saat Akan Diringkus, Penyalahguna Narkotika Tewas Dihujam Peluru Anggota BNN

Selain Yasin, Arman menuturkan Yusuf juga terdampak peluru yang dilesatkan anggota BNN ke arah mobil Avanza yang mereka tumpangi.

Melawan Saat Akan Diringkus, Penyalahguna Narkotika Tewas Dihujam Peluru Anggota BNN
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari di kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Kamis (4/7/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Satu pelaku penyalahguna narkoba , M. Yasin yang terlibat jaringan peredaran narkoba internasional tewas dihujam timah panas anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Rabu (3/7/2019).

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Irjen Arman Depari mengatakan MY yang menaiki mobil Avanza putih berpelat BK 1321 KIJ tewas karena melawan petugas saat dicokok.

Dia diduga terlibat sindikat peredaran narkoba internasional dengan barang bukti 81.862,6 kilogram sabu dan 102,657 ribu butir yang disembunyikan di empat ban dalam mobil.

"Tim BNN melakukan pengejaran dan berupaya memberikan peringatan dengan beberapa kali tembakan, namun tidak dihiraukan. Sehingga petugas mengarahkan tembakan yang terukur ke mobil tersebut," kata Arman di Kantor BNN Cawang, Kamis (4/7/2019).

Tak lama, Sulaeman, M. Yusuf, dan Yasin yang menaiki mobil Avanza tersebut keluar dari mobil dalam kondisi terluka sehingga dibawa ke anggota ke RS Bhayangkara.

Selain Yasin, Arman menuturkan Yusuf juga terdampak peluru yang dilesatkan anggota BNN ke arah mobil Avanza yang mereka tumpangi.

"Anggota berupaya memberikan pertolongan, tapi saat tiba di RS Haji Medan, Yasin dinyatakan meninggal. Sementara Yusuf sekarang yang mengalami luka tembak di betis kiri dirawat di RS Bhayangkara," ujarnya.

BNN Amankan 81 Kilogram Sabu dan 102 Ribu Butir Ekstasi yang Disembunyikan di Ban Dalam Mobil

Arman menyebut mobil Avanza tersebut sebelumnya berhasil melarikan diri ketika anggota BNN hendak menangkap penumpang mobil Honda Jazz BK 1004 VP ke arah wilayah Batubara.

Kala sedang mengejar mobil Honda Jazz yang ditumpangi Hanafi dan Amirudin, mobil yang ditumpangi Yasin tiba-tiba menyalip mobil anggota BNN.

"Ketika tim BNN menyalip, mobil Avansa tersebut tidak memberikan jalan dan berusaha menghalang-halangi. Namun demikian team terus melakukan pengejaran dan sekira pukul 18.30 WIB berhasil menangkap Honda Jazz," tuturnya.

Namun mobil Avanza berhasil lolos sampai akhirnya anggota BNN mendapati mobil di wilayah pelabuhan dan kembali melakukan pengejaran.

Dalam pengejaran, mobil Avanza yang ditumpangi Yasin berusaha melarikan diri dan bahkan mencoba menabrak mobil yang dinaiki anggota BNN.

"Mobil tersebut masih tetap berusaha untuk melarikan diri bahkan menabrak dan berupaya mencelakai serta membahayakan petugas," kata Arman Depari.

Sebelum melakukan pengejaran, anggota BNNP lebih dulu menetapkan delapan tersangka penyalahguna narkotika, yakni Adi Putra, Ardiansyah, Fadli, Hanafi, Amirudin, Zul AB, Nazarudin, dan Tarmizi.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved