Kekeringan di Cibarusah, Sisa Kali Cihoe Jadi Sumber Mata Air Utama Warga
kondisi Kali Cihoe saat musim kemarau mulai surut, dasar kali berupa bebatuan dan pasir mulai terlihat dan hanya menyisahkan air berwarna kehijauan
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, CIBARUSAH - Bencana tahunan kekeringan melanda sedikitnya tiga Desa di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
Hampir sebagian besar warga memanfaatkan sisa air di Kali Cihoe untuk keperluan sehari-hari.
Kali Cihoe yang berada di Kecamatan Cibarusah merupakan sumber mata air utama warga setempat ketika musim kemarau tiba.
Warga di tiga desa yakni, Desa Sirnajati, Desa Ridogalih dan Desa Ridomanah yang terdampak kekeringan memanfaatkan sisa air di kali tersebut untuk keperluan mandi dan mencuci serta keperluan air untuk aktivitas di rumah.
Namun, kondisi Kali Cihoe saat musim kemarau mulai surut, dasar kali berupa bebatuan dan pasir mulai terlihat dan hanya menyisahkan air berwarna kehijauan.
Hampir sebagian besar warga setiap harinya memanfaatkan sisa air di Kali Cihoe, mereka datang setiap pagi atau sore hari untuk mencuci pakaiaan dan mandi.
Sebagian lainnya juga beraktivitas mengangkut air dari kali untuk keperluan di rumah. Bermodalkam jerigen air, sisa air Kali Cihoe diangkut setiap hari selama kekeringan melanda.
Neneng (34), seorang warga yang tengah sibuk mencicu pakaian mengatakan, hampir setiap hari sekitar pukul 10.00 WIB dia berangkat dari rumahnya yang berjarak sekitar 2 kilo menuju Kali Cihoe.
"Ya kalau udah kekeringan mah setiap hari ke sini, pagi diantar anak, sekitar jam 11an atau jam 12 baru dijemput lagi naik motor," kata Neneng.
Kondisi ini sudah terjadi sejak sekitar dua bulan lalu, sisa air Kali Cihoe tak ubahnya pemandian umum dan tempat mencuci pakaian.
"Ya hampir semua (warga) ke sini kalau mandi sama nyuci, soalnya air di rumahkan enggak ada sama sekali," imbuhnya.
Sumber air utama warga tiga Desa di Kecamatan Cibarusah sejatinya berasal dari air hujan. Setiap rumah memiliki tempat penampungan air berupa kolam buatan atau toren untuk menampung air saat hujan turun.
Kolam atau toren air tersebut saat ini kosong, terkahir hujan kata Neneng, terjadi saat awal bulan ramadan dan hingga kini, hujan tak kunjung turun.
"Tinggal Kali Cihoe aja yang masih ada air, ini juga udah sedikit tuh kalau enggak hujan-hujan lama kelaam kali juga kering," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/aktivitas-warga-cibarusah-yang-memanfaatkan-sisa-air-kali-cihoe-saat-kekeringan-melanda.jpg)