Selamatkan Diri Saat Kebakaran, Warga Cipinang Nyebur ke Kali Cipinang

"Karena enggak ada jalan akhirnya saya nyebur ke Kali Cipinang, saya ditolong sama warga seberang," tuturnya

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Fredi (50) saat memandangi rumahnya yang hangus dilalap api di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (7/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Kebakaran yang melahap 26 rumah warga RT 10/RW 07 Kelurahan Cipinang Besar Selatan pada Sabtu (6/7/2019) sekira pukul 04.50 WIB menyisakan duka bagi 147 jiwa.

Fredi (50), satu warga yang kehilangan rumahnya mengaku tak dapat menyelamatkan barang apa pun karena hendak mandi dan bersiap menunaikan Salat Subuh di Masjid.

"Saya lagi mau mandi, tiba-tiba anak saya yang tidur di atas teriak kebakaran. Titik api pertama itu depan rumah saya, dari bagian atasnya," kata Fredi di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (7/7/2019).

Setelah mengurungkan niat mandi dan menunaikan Salat Subuh berjemaah, bersama warga Fredi berupaya memadamkan kobaran api dengan air di ember.

Nahas upaya tersebut tak berhasil karena api justru membesar ketika disiram dan tiba-tiba muncul dari rumah lain yang berjarak tiga rumah dari kediamannya.

"Tiba-tiba ada rumah yang di deretan saya ikut kebakaran, jadi ada dua titik api. Posisinya terjebak, api pas disiram justru semakin besar juga. Saya juga heran," ujarnya.

Di tengah kepungan api Fredi mendengar teriakan warga Kelurahan Cipinang Besar Utara yang rumahnya dipisahkan Kali Cipinang.

Mereka ikut membantu memperingati warga RT 10 bahwa api kian membesar dan cepat melarikan diri sebelum nyawanya terancam.

"Karena enggak ada jalan akhirnya saya nyebur ke Kali Cipinang, saya ditolong sama warga seberang. Memang saling kenal karena satu pengajian," tuturnya.

Tini (48), yang kediamannya bersebelahan dengan titik api pertama muncul juga mengaku tak dapat menyelamatkan barang apa pun.

Dia sadar tak dapat menyelamatkan barang karena api muncul di sisi kiri dan kanan rumahnya, sementara permukiman warga terletak di gang sempit.

"Kanan dan kiri rumah api, kalau telat sedikit enggak tahu jadinya bagaimana. Untung saya terbiasa bangun pagi, jadi pas kejadian saya bisa bangunin keluarga," kata Tini.

Lantaran api pertama muncul dari bagian atas tetangganya, Tini bergegas membangunkan anaknya yang masih terlelap di lantai dua rumah.

Di tengah kepungan api, Tini bersama empat anggota keluarganya berlari menyelamatkan diri keluar gang yang jadi satu-satunya akses keluar-masuk warga.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved