Jeritan Pedagang Cabai Disaat Harga Naik: Daya Beli Masyarakat Berkurang
Ketika cabai-cabai yang dijualnya mulai tidak bagus, atau sudah lembek, dia segera menggilingnya.
Penulis: Leo Permana | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana
TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Amin, seorang pedagang sayuran di Pasar Palmerah mengatakan, harga cabai di lapaknya mengalami kenaikan saat ini.
Ia menuturkan dari kenaikan harga tersebut menyebabkan daya beli masyarakat berkurang.
"Daya beli masyarakat berkurang karena mahal, banyak yang ngeluh," katanya, Senin (8/7/2019).
Kini Amin pun juga memasok barang tidak sebanyak dari biasanya.
Untuk saat ini, lanjutnya, ia hanya membeli sebanyak sayuran yang habis terjual saja.
"Belanja juga dikurangin buat tambah-tambah saja," ujarnya.
Ketika cabai-cabai yang dijualnya mulai tidak bagus, atau sudah lembek, dia segera menggilingnya.
Hal tersebut ia lakukan sebagai pelariannya agar dirinya tidak merugi.
Sementara untuk sayuran semacam kentang atau kol yang juga dijualnya sudah mulai busuk, dia akan langsung membuangnya.
"Karena kita punya gilingan, kalau tidak punya alat giling tidak tahu lagi pelariannya gimana, jadi sehari dua hari sudah mulai buruk langsung kita giling," ungkapnya.
Amin pun berharap harga cabai kembali normal untuk kedepannya.
"Mudah-mudahan harganya normal, namanya orang kecil ke Jakarta buat makan, kan hidup harus bertahan terus," tuturnya.
Sebelumnya, ia menuturkan bila harga cabai di lapaknya kini naik tiga kali lipat dari harga biasanya.
• 20 Kepala Keluarga Korban Kebakaran di Cipinang Ajukan Diri Pindah ke Rusun Jatinegara Kaum
• Wali Kota Jakarta Selatan Ingatkan Para Jemaah yang Telah Haji untuk Bersikap Proporsional
Ia menjelaskan kenaikan itu terjadi lantaran banyak permintaan dari Sumatera di Pasar Induk, Jakarta Timur, dimana tempatnya memasok dagangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/sejumlah-jenis-cabai-yang-harganya-meroket-naik-di-pasar-palmerah.jpg)