Syafrin Liputo, Mantan PNS Kemenhub Ini Dilantik Jadi Kepala Dinas Perhubungan DKI

Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah, dirotasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi Kadisnakertrans pada September 2018 lalu

Syafrin Liputo, Mantan PNS Kemenhub Ini Dilantik Jadi Kepala Dinas Perhubungan DKI
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Syafrin Liputo resmi menjabat sebagai Kadishub DKI Jakarta, Senin (8/7/2019) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Syafrin Liputo, mantan pegawai Kementerian Perhubungan resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan hari ini.

Sebelumnya, Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah, dirotasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi Kadisnakertrans pada September 2018 lalu.

Semenjak rotasi tersebut, jabatan Kadishub DKI kosong dan diisi oleh Plt Sigit Widjatmoko hingga awal Juli 2019.

"Ini tentu saya sudah melalui proses seleksi. DKI, membuka ruang secara nasional untuk masuk. Saya mendaftar, dan alhamdulliah bisa diberi amanah oleh Pak Gubernur (Anies)," kata Syafrin saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/7/2019).

Syafrin, sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Bidang pengendalian dan Oprasional (Dalops) Dishub DKI Jakarta hingga tahun 2016 silam.

Setelah itu, ia diminta untuk bergabung dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sebagai Kepala Subdirektorat Pengawas Lalu Lintas Angkutan BPTJ.

Di tahun 2017, Syafrin resmi memiliki jabatan di Dirgen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan sebagai Kasubdit Angkutan Orang.

"Tahun 2017 saya gabung ke Dirgen Perhubungan Darat, nah kemarin Januari saya pindah ke Balai Pengelola Transportasi Darat Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan baru tanggal 26 kemarin, saya pindah ke Balai Pengelola Transportasi Sarat Provinsi Bali dan NTB, alhamdulillah, hari ini dipercaya oleh Pak Gubernur untuk mengemban amanah sebagai kadishub," kata dia.

Syafrin menuturkan bahwa dirinya akan mempelajari secara detail apa yang tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Penengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta terkait apasaja yang menjadi program selama beberapa tahun ke depan.

Beberapa Karton Susu di RPTRA Rawa Badak Utara Raib Saat Pangan Murah Berlangsung

Polda Metro Jaya Pastikan Cuma Jakmania yang Bisa Saksikan Laga Persija Vs Persib di GBK Rabu Besok

Video Kaesang Pangarep Giveaway Motor Tuai Sorotan, Canda Kahiyang Ayu Bikin Ngakak

Termaksud dengan sistem transportasi terintegrasi yang selama ini digadang-gadang oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai solusi kemacetan.

"Nah dalam RPJMD ini yang harus bisa kita realisasikan, karena itu menjadi amanah rakyat. Tentu seperti tadi ada MRT lanjutan fase dua, kemudian integrasi. Integrasi itu hanya menjadi salah satu faktor penunjang, yang utama sebenarnya itu ada dua, yaitu pertama bagaimana kita membangun konektivitas, dan menyiapkan aksesibilitas," bebernya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved