PPDB 2019

Ombudsman Periksa 5 SMAN di Bekasi Takait Dugaan Pelanggaran PPDB

Pemeriksaan ini dilakukan terkiat dugaan pelanggaran pada pelaksaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020.

Ombudsman Periksa 5 SMAN di Bekasi Takait Dugaan Pelanggaran PPDB
TribunMadura
PPDB 2019 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya melakukan pemeriksaan terhadap lima SMA Negeri di Kota dan Kabupaten Bekasi.

Pemeriksaan ini dilakukan terkiat dugaan pelanggaran pada pelaksaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020.

Kepala Keasistenan Ombudsman RI perwakilan Jakarta Raya, Rully Amirulloh mengatakan, lima sekolah di Kota dan Kabupaten Bekasi yang diperiksa diantaranya, SMAN 1 Kota Bekasi, SMAN 2 Kota Bekasi, SMAN 1 Cikarang Pusat, SMAN 3 Babelan dan SMAN 7 Tambun Selatan.

"Kemarin kita sudah periksa kalau terkait PPDB ada 11 sekolah di Jakarta Raya, seperti di Bogor dan Depok juga ada," kata Rully saat dikonfirmasi, Kamis (11/7/2019).

PPDB 2019, Masih Ada Sisa Enam Bangku Kosong di SMAN 68 Jakarta Pusat

Rully menjelaskan, pemeriksaan dilakukan menyusul tindak lanjut laporan dari beberapa orangtua siswa dan warga yang merasa ada ketidaksesuaian pelaksaan PPDB di sekolah tersebut.

"Ada sedikitnya 20 laporan yang masuk melalui whatsapp dan pesan elektronik, mereka orangtua siswa yang menjadi korban, ada yang sekedar melempar infomasi, semua laporan yang terkonfirmasi dengan sumbernya kita lakukan tindak lanjut," ujar dia.

Untuk di Bekasi menurut dia, pelaporan dugaan pelanggaran pelaksaan menyangkut proses zonasi. Pelapor menilai ada ketidaksesuaian mekaniseme dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 Tentang PPDB 2019.

"Utamanya terkait aturan zonasi, di Bekasi Jawa Barat kuota zonasi terbahi ke dalam beberapa kombinasi sehingga zonasi murni menyisahkan kuota 30-40 persen," jelas dia.

Selanjutnya, setelah pemeriksaan ini pihaknya akan melakukan investigasi secara tertutup.

Ombudsman meminta kepada sekolah terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan awal untuk menjadi bahan penelusuran.

"Pemanggilan awal ini kita meminta klarifikasi dan selanjutnya akan kita teruskan dengan investigasi, kita berharap masalah ini dapat terselesaikan dengan cepat," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved