Polemik Ratna Sarumpaet

Vonis 2 Tahun Penjara Ratna Sarumpaet: Timbulkan Keonaran, Bukan Tutupi Operasi Plastik

Ratna mengirimkan beberapa foto wajahnya yang lebam pada 25 September 2019. Dia kemudian memberikan keterangan singkat "not for public".

Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Ratna Sarumpaet usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019). 

Hakim menjabarkan bahwa Ratna berkali-kali mengirimkan pesan pribadi via WhatsApp kepada Rocky.

Pertama kali, Ratna mengirimkan beberapa foto wajahnya yang lebam pada 25 September 2019. Dia kemudian memberikan keterangan singkat "not for public".

Kemudian sehari setelahnya, 26 September 2019, Ratna mengirimkan pesan kepada Rocky.

Lagi-lagi lewat pesan pribadi WhatsApp dengan isi pesan bahwa dia mengalami sakit di rongga mata, retak di pelipis dan rahang, hingga terkoyak di tangan kanan.

Aktris Atiqah Hasiholan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat mendampingi ibundanya Ratna Sarumpaet, Kamis (11/7/2019).
Aktris Atiqah Hasiholan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat mendampingi ibundanya Ratna Sarumpaet, Kamis (11/7/2019). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

Di hari yang sama, Ratna kembali mengirimkan foto wajahnya yang lebam dan bengkak. Padahal, bengkak itu dikarenakan operasi plastik yang dijalaninya.

Ratna pun menyematkan pesan, "hai kazaliman" saat berkirim pesan kepada Rocky Gerung. Tak berhenti di situ, pada 28 September, Ratna mengirimkan pesan lagi kepada Rocky dengan mengatakan "negeri ini semakin gila dan hancur. need you badly".

Dengan kesadaran Ratna menyebarkan sendiri foto-fotonya dan menciptakan narasi yang dinilai hoaks kepada orang di luar keluarganya, hakim pun yakin Ratna terbukti menyebarkan berita bohong.

3. Perbuatan Ratna Sarumpaet timbulkan keonaran

Majelis Hakim menyimpulkan kebohongan yang disampaikan Ratna Sarumpaet telah menimbulkan keonaran di masyarakat.

Awalnya, Hakim mengatakan kebohongan Ratna baru memunculkan bibit-bibit keonaran.

"Keonaran itu belum benar-benar terjadi namun bibit-bibit keonaran itu telah tampak atau muncul ke permukaan," ujar Hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

Bibit keonaran yang dimaksud Hakim adalah viralnya cerita bohong ini di media sosial.

Setelah kebohongan itu viral, masyarakat menyikapinya dengan melakukan demo di Polda Metro Jaya.

Dalam aksi tersebut, sekelompok masyarakat meminta keadilan terhadap Ratna. Hakim mengatakan polisi bertindak cepat dengan mengungkapkan hasil investigasi mengenai cerita bohong Ratna Sarumpaet.

Halaman
1234
Sumber: KOMPAS
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved