Sering Banjir Saat Hujan Tiba hingga DBD Menghantui, Saluran Air Dibangun di Jalan Puskesmas Setu

Sejak dirinya menjabat sebagai Lurah Setu pada bulan Maret lalu, warga sudah meminta untuk dibuatkan saluran air.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana pembuatan saluran air sepanjang 14 meter dengan kedalaman satu meter di Jalan Puskesmas RT 4/3 Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Lurah Setu Jenuri memerintahkan membuat saluran air di Jalan Jalan Puskesmas RT 4/3 Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur.

Hal ini lantaran banjir menghantui saat musim hujan tiba.

Jenuri mengatakan di kawasan tersebut kerap kali ada air menggenang karena tak ada saluran air.

Sejak dirinya menjabat sebagai Lurah Setu pada bulan Maret lalu, warga sudah meminta untuk dibuatkan saluran air.

"Di lokasi memang sering banjir ketika hujan tiba, meskipun tidak parah  Tidak ada saluran untuk mengalirkan air keluar sering menyebabkan air menggenang hingga mencapai sekitar 1 meter," katanya, Senin (15/7/2019).

Lomba Dayung Perahu Karet di kali Pasar Baru, Pedagang Es Cincau Banjir Pembeli

Setelah berkordinasi dengan pemilik tanah, akhirnya Jenuri menggandeng Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembuatan saluran air.

Saluran air akan dibuat sepanjang 14 meter dengan lebar 1 meter.

"Akhirnya sejak kamis lalu sudah berjalan proses pembuatannya. Proses saat ini juga sudah sampai pengerukan oleh satu alat berat. Karena memang nantinya saluran air sepanjang 14 m akan dibuat di lokasi," ujarnya.

Jenuri berharap proses pengerjaan dapat berlangsung secara cepat.

Sebab di lokasi rawan penularan demam berdarah dengue (DBD) akibat tanah yang terus lembab karena saluran air tidak ada.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved