Periode Juni Hingga Pertengahan Juli, 36 Warga Kramat Jati Terjangkit DBD

Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati dr Inda Mutiara, MM mengatakan di awal musim kemarau ini sudah ada warga Kecamatan Kramat Jati.

Periode Juni Hingga Pertengahan Juli, 36 Warga Kramat Jati Terjangkit DBD
Tribunnews.com/net
Nyamuk demam berdarah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Memasuki musim kemarau, warga Provinsi DKI Jakarta tetap harus bersiaga menghadapi ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang dipicu gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati dr Inda Mutiara, MM mengatakan di awal musim kemarau ini sudah ada warga Kecamatan Kramat Jati yang terjangkit DBD.

"Untuk Kramat Jati bulan Juni ada 31 kasus, bulan Juli 5 kasus DBD. Kalau dari periode bulan Januari-Juli sekarang ada 288 kasus, tapi enggak ada yang meninggal," kata Inda di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (16/7/2019).

Di Kramat Jati, Inda menuturkan Kelurahan Balekambang termasuk satu dari 10 Kelurahan dengan jumlah kasus DBD-nya terbanyak di Jakarta Timur.

Musim Kemarau, Warga DKI Diimbau Tetap Waspadai DBD

Namun peringkat tersebut tak berarti keseluruhan wilayah Kelurahan Balekambang yang masih wilayah Condet marak kasus DBD.

"Itu juga bukan merata, hanya di RW tertentu saja. Jadi sebenarnya pemberantasan di RW itu saja digerakin, kalau perlu seminggu tiga kali itu PSN (pemberantasan sarang nyamuk," ujarnya.

PSN, lanjut Inda perlu dilakukan guna memberangus jentik nyamuk Aedes Aegypti di tempat penampungan atau genangan air, dan barang-barang bekas.

Kesadaran warga terhadap keberadaan nyamuk Aedes Aegypti juga tak lepas banyaknya warga luar Jakarta yang setiap harinya beraktivitas di Ibu Kota.

"DBD termasuk penyakit menular, menular melalui nyamuk tadi. Makannya ada kasus satu keluarga kena DBD, atau tetanggaan kena," tuturnya.

Inda menyebut butuh peran semua pihak untuk memberangus jentik nyamuk di tempat yang berpotensi jadi kontainer berkembang biak nyamuk.

Terlebih DBD merupakan penyakit endemik yang sepanjang tahun menghantui masyarakat tanpa kenal musim.

"Ini masalah komunitas, bukan masalah perorangan. Rumah kita bersih dari nyamuk, tapi di sebelah atau belakang rumah ada tempat berpotensi jadi kontainer perkembangan jentik. Nyamuk bisa dari mana saja," kata Inda. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved