Puluhan Jamaah Jalani Salat Gerhana Bulan di Jakarta Islamic Centre

Kepala Seksi Pemanfaatan Sarana dan Prasarana JIC, Miftahul Huda menuturkan kebanyakan jemaah yang hadir merupakan warga Koja.

Puluhan Jamaah Jalani Salat Gerhana Bulan di Jakarta Islamic Centre
ISTIMEWA/Dokumentasi Jakarta Islamic Center
Suasana salat gerhana bulan di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre, Koja, Jakarta Utara, Rabu (17/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Sebanyak 75 jemaah menjalankan ibadah salat khusuf di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC), Koja, Jakarta Utara, pada Rabu (17/7/2019) dini hari.

Salat khusuf bertepatan dengan berlangsungnya gerhana bulan parsial.

Kepala Seksi Pemanfaatan Sarana dan Prasarana JIC, Miftahul Huda menuturkan kebanyakan jemaah yang hadir merupakan warga Koja.

"Ada sekitar 75 orang yang hadir, kebanyakan yang hadir warga Koja. Karena pelaksanaannya dini hari," ucap Miftahul kepada TribunJakarta.com.

Salat gerhana bulan di JIC dipimpin imam Ustadz Madinah dan khatib KH Ma'arif Fuadi.

Pelaksanaan salat gerhana bulan diawali dengan salat sunah dua rakaat dan setelah itu disusul dengan dua khutbah seperti Salat Idul Fitri atau Salat Idul Adha.

Hanya saja bedanya, setiap rakaat salat gerhana bulan dilakukan dengan dua kali rukuk.

Terjadi Besok 17 Juli Gerhana Bulan Bisa Terlihat dari Langit Indonesia dan Seputar Salat Gerhana

Sedangkan dua khutbah setelah shalat gerhana bulan tidak dianjurkan takbir sebagaimana khutbah dua shalat Id.

Menurut Miftahul, pelaksanaan salat gerhana bulan dini hari tadi berlangsung selama 45 menit.

"Berlangsung sekitar 45 menit. Itu mulai dari salat sampai khutbah," ucap dia.

Merujuk laman resmi BMKG, gerhana bulan parsial terjadi pada pukul 3.01 WIB, puncaknya pukul 4.30 WIB, dan berakhir pada 6.00 WIB hari ini.

Gerhana bulan terakhir tahun ini terjadi Rabu dini hari dengan durasi 2 jam 58 menit.

Untuk Asia Tenggara, termasuk Indonesia, durasi penampakan gerhana bulan sebagian ini berbeda dan tampak tidak sempurna. Hal ini lantaran, saat peristiwa terjadi, bulan sudah akan tenggelam dan matahari mulai terbit.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved