Sidang Empat Pengamen yang Jadi Korban Salah Tangkap Ditunda

Sidang kasus empat pengamen yang menjadi korban salah tangkap oleh pihak Kepolisian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, ditunda

Sidang Empat Pengamen yang Jadi Korban Salah Tangkap Ditunda
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Dua pengamen yang merupakan korban salah tangkap melapor ke PN Jaksel pada Rabu (17/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Sidang kasus empat pengamen yang menjadi korban salah tangkap oleh pihak Kepolisian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pasar Minggu, ditunda.

Penundaan sidang lantaran kurangnya kelengkapan surat yang dibawa Lembaga Bantuan Hukum (LBH) selaku pihak pemohon.

Majelis Hakim, Elfian menunda hingga kelengkapan surat dari LBH lengkap.

"Jadi sidang ditunda ke Senin, 22 Juli pada pukul 09.00 WIB," ujar Kuasa Hukum LBH, Oky Wiratama Siagian, pada Rabu (17/7/2019).

Oky menuturkan, keempat korban itu bisa melayangkan gugatan ganti rugi lantaran selama tiga tahun berada di balik jeruji besi.

"Klien kami dinyatakan tak bersalah di tingkat putusan MA. Maka ada hak mengganti kerugian. Klien kami selama ini jadi tidak sekolah, dan mata pencahariannya tidak bisa didapatkan selama di penjara," ungkapnya.

Oky menambahkan, total kerugian kliennya mencapai ratusan juta, baik materil maupun imateril.

"Kalau ditotal empat orang ini sekira Rp 70p juta. Ada materil dan imateril. Kerugian materil itu berupa penghasilan, kalau imateril itu berupa penyiksaan. Klien kami mengaku mengalami penyiksaan saat ditahan di Polda," lanjutnya.

Perhitungan imateril, terang Oky, merupakan kerugian fisik yang diterima para korban.

Halaman
12
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved