Sebut Orang yang Membuatnya Dipenjara Menyesal, Ahok: Mereka Pikir Saya Akan Depresi

Ahok Diminta Polisi Terpilih Lagi Jadi Gubernur atau Dipenjara, BTP Menjawab : yang Ngurung Tempo Hari Nyesel

TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat berada di kediaman Prasetyo Edi Marsudi, Selasa (30/4/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM -- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membuat vlog baru BTP menjawab.

Dalam vlog terbarunya, Ahok bercerita soal masa-masa ketika mendekam di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Cerita masa Ahok di dalam penjara diposting akun Youtube Panggil Saya BTP.

Ahok menceritakan ketika awal masuk ke Mako Brimob, ia tak boleh keluar.

"Waktu awal masuk saya juga gak boleh lari-lari keluar, Mako Brimo 60 hektar, kenapa? kalau napi lain boleh asal jangan keluar pagar, saya gak boleh, " kata Ahok dikutip dari konten BTP Menjawab di Youtube Panggil Saya BTP.

Bukan tanpa sebab, Ahok menceritakan di Mako Brimob terdapat ribuan keluarga.

Bila ada satu diantara mereka yang mengajak foto lalu tersebar, maka akan menimbulkan persepsi dari masyarakat.

"Nanti orang kira Ahok mah gak dikurung di dalam, saya gak boleh keluar, " kata Ahok.

"Saya selama 20 setengah bulan tidak pernah tau aspal di depan tuh kaya gimna, " tambah Ahok.

Ahok menceritakan sehar-hari, dirinya rutin berjemur dari balik tembok Mako Brimob.

"Saya cuma tahu tembok, jemur, dibalik tembok matahari setengah 8 dia naik, " kata Ahok.

Dinilai Selingkuh dengan Puput Nastiti Sampai Dibully, Ahok Puji Balasan Ibunya: Bijak Tapi Nyelekit

DI PERIKSA BARESKRIM - Buni Yani (pakai kaca mata) uasai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jalan Medan, Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016). Buni minta klarifikasi soal pengunggah dan penyunting video pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang Surat Al Maidah ayat 51. Warta Kota/henry lopulalan
DI PERIKSA BARESKRIM - Buni Yani (pakai kaca mata) uasai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jalan Medan, Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016). Buni minta klarifikasi soal pengunggah dan penyunting video pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang Surat Al Maidah ayat 51. Warta Kota/henry lopulalan (Harian Warta Kota/henry lopulalan)

Meski begitu ada hikmah yang diambil Ahok selama dipenjara.

"Kalau kita gunakan perspektif kita yang salah, jatuh satu tingkat mengasihani diri langsung depresi, tapi kalau kita melihat dengan kacamata Allah, kita tahu Allah izin kan ini terjadi pada hidup kita, kita tahu kesulitasn yang kita hadapi bukan untuk menjatuhkan tapi mempromosikan kita," kata Ahok.

Menurut Ahok, akibat dipenjara namanya lebih terkenal dibanding harus kampanye.

"Aku lebih ngetop dipenjara, betul gak? kalau mau pakai uang Rp 2 triliun untuk kampanye gak dapat tuh, seluruh dunia saya bisa kena, karena syok semua orang gubernur aktif seperti itu (dipenjara re)," kata Ahok.

"Lalu apa lagi cuma segitu senangnya? gak," lanjut Ahok.

Gubenur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok mengikuti persidangan perdana kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Selasa (13/12/2016). Ahok diajukan ke pengadilan terkait dugaan penistaan agama yang dilakukannya dalam sebuah acara di Kepulauan Seribu beberapa waktu silam. TRIBUNNEWS/AP Photo/Tatan Syuflana/Pool
Gubenur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok mengikuti persidangan perdana kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Selasa (13/12/2016). Ahok diajukan ke pengadilan terkait dugaan penistaan agama yang dilakukannya dalam sebuah acara di Kepulauan Seribu beberapa waktu silam. TRIBUNNEWS/AP Photo/Tatan Syuflana/Pool (Tribunnews.com/AP/Tatan Syuflana, Pool)

Ahok kemudian menceritakan soal pertanyaan yang acap kali ditanyakan oleh polisi di Mako Brimob.

"Saya suka ditanya sama polisi, saya dipanggil abang kenapa? tua saya, " kata Ahok.

Polisi itu memberi pilihan pada Ahok bila bisa memutar waktu.

Ahok disuruh memilih kembali jadi Gubernur DKI Jakarta atau mendekam di Mako Brimob.

Tonton Juga:

"Bang kalau abang kita bisa mundurkan jamnya nih menjadi balik, abang dapat gubernur lagi abang mau gak? atau mau disini?," kata Ahok ceritakan pertanyaan dari polisi.

Ahok memilih untuk mendekam di penjara Mako Brimob.

"Jujur saya minta ditahan di mako saja, kenapa?" kata Ahok.

Ahok merasa selama ditahan di Mako Brimob dirinya lebih mendapat pengalaman berharga.

Ahok mengatakan selama ditahan BTP bisa menguasai dirinya sendiri.

"Saya bilang gini, kalau saya jadi gubernur lagi saya hanya menguasai Balaikota 5 tahun lagi, tapi ketika saya di Mako Brimob saya terpaksa belajar menguasai diri saya seumur hidup, bagi saya jauh lebih beruntung, makanya saya bilang yang kurung saya tempo hari itu nyesel aja," kata Ahok.

Menurut Ahok, pihak yang menuntutnya kala itu akan berpikiran bahwa dirinya akan menjadi stres.

"Tau tambah sehat nyesel lho, mereka (pihak yang menuntut re) pikir saya akan depresi kan, tentu Tuhan tolong, mereka harapin saya benturin kepala ke tembok," ucap Ahok.

"Kalau saya mati, digotong keluar pasti mereka bilang bukan mayat Ahok, udah dikubur pun, bukan kuburan Ahok, Ahoknya di Hongkong, udah mati digituin lagi. Keki lu, lebih baik kita sehat kan kalau kaya gitu," imbuh Ahok.

Ahok diketahui divonis 2 tahun penjara oleh hakim atas kasus penodaan agama pada Mei 2017. 

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Ahok Ditanya Polisi Pilih Jadi Gubernur atau Dipenjara, BTP Menjawab : yang Kurung Saya Nyesel

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved